KERATON KERAJAAN MATAN KETAPANG

Pusat Pemerintahan Kerajaan Matan Ketapang

RUMAH ADAT MELAYU KETAPANG

Salah Satu Pusat Kebudayaan Melayu Ketapang

HUTAN KOTA KETAPANG

Hutan Kota Merupakan Habitat Hewan dan Tumbuhan Asli Ketapang

BUNDARAN ALE-ALE KETAPANG

Bundaran Ale-ale adalah bundaran sekaligun icon Kota Ketapang

PANTAI TANJUNG BELANDANG

Salah satu Objek Wisata yang ada di Ketapang

Tampilkan postingan dengan label Infrastruktur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Infrastruktur. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 April 2015

Wonderful Sail2Indonesia tahun 2015 Relli Kapal Layar Asing Akan Labuh Di TPI Sukabangun

Pengirim : ALWIADI.
Tanggal : 20 April 2015, 4:00 pm


Ketapang (Humas-Setda)Puluhan Kapal Layar Asing akan berlabuh di Pelabuhan TPI Sukabangun Kabupaten Ketapang dalam pelaksanaan Reli Kapal Layar (Yacht Rally) asing pada Juli-November 2015 Destinasi Wonderful Sail2Indonesia (WS2I) tahun 2015, Hal ini dipastikan setelah dilakukan survei oleh Kementerian Parawisata RI yang mengunjungi Ketapang selama dua hari.

" Pelabuhan TPI Sukabangun ini letaknya strategis, memiliki sarana dan prasarana seperti setegher tempat tambat skoci, kamar mandi,wc dan air bersih serta bangunan pendukung lainnya tempat para wisatawan nantinya beristirahat " kata Raymond T lesmana Ditjen pengembangan Destinasi Parawisata Kementerian Parawisata RI ketika meninjau pelabuhan TPI Sukabangun, Senin (20//4).
Menurut Raymon relli kapal layar (yacht Rally) Asing Wonderful Sail2Indonesia 2015 adalah salah satu acara reli Kapal Layar Internasional yang dihelat oleh yayasan Cinta Bahari Antar Nusa bekerja sama dengan Island Cruising Association-New Zealand.
Ia menjelaskan acara tersebut diselenggarakan mulai bulan Juli - November 2015, dengan start yang dimulai dari Cairns Australia dan masuk perairan Indonesia pada 26 Juli 2015, melalui (Entry port) Debut Kabupaten Maluku Tenggara provinsi Maluku yang akan berakhir pada 10 November 2015, keluar melalui (exit port) kota Tanjung Pinang Provinsi Kepulauan Riau.
" Sekitar 50 buah kapal layar asing akan menyinggahi destinasi di seluruh Indonesia untuk Kalbar reli kapal Layar akan labuh di Ketapang dan Kayong Utara " katanya.
Raymon berharap kunjungan kapal layar Internasional dalam program Wonderful Sail2Indonesia 2015 dapat memberikan manfaat untuk daerah dalam pengembangan potensi wisata bahari dan juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
" Nantinya bagai mana kesiapan daerah dalam menyambut event ini, dan program berkelanjutan untuk memajukan daerah yang memiliki potensi seperti Kabupaten Ketapang ini " katanya.
Plt Kadis Budparpora Ketapang Uti M Basir menyatakan kesiapannya dalam menyambut kedatangan puluhan Kapal Layar Internasional dalam Wonderful Sail2Indonesia 2015 yang akan berlabuh di palabuhan TPI Sukabangun.
" Kami akan melakukan koordinasi dengan Bapeda, Dinas perhubungan, Dinas Perikanan dan Kelautan dalam mensukseskan kegiatan tersebut " katanya.
Ia juga merencanakan akan membenahi beberapa fasilitas pelabuhan dan mengisi kios-kios pelabuhan TPI yang kosong dengan menjadikan stand pameran produk-produk lokal seperti kerajinan tangan, kuliner, masakan khas Ketapang dan pernak pernik lainya, " Kita nanti akan pamerkan juga batu kecubung khas Ketapang " katanya.
Hal ini dilakukan dalam upaya mempromosikan potensi dan kekayaan alam kabupaten Ketapang yang masih belum banyak dikenal didunia luar dalam event tersebut merupakan kesempatan bagi para pengrajin, pengusaha lokal memperkenalkan produk unggulan lokal ke manca negara.
Sebelumnya Ditjen pengembangan Destinasi Parawisata Kementerian Parawisata RI Raymon T Lesmana didampingi Kabid pengembangan SDA Bapeda Ketapang Asep Suhendar SE, Disbudparpora, Dinas Perhubungan, Dinas Kelautan dan perikanan meninjau titik labuh alternatif Wonderful Sai2Indonesia (WS2I) tahun 2015, dengan menyusuri Pantai Celincing Benua Kayong, Kuala Pesaguan, Pelabuhan PT WHW, Sungai Tengar, Pagar Mentimun, Tanjung Batu, dan Pelabuhan Internasional Kendawangan . 

Sabtu, 18 April 2015

Geliat Pembangunan Kecamatan Nanga Tayap

Pengirim : ALWIADI.
Tanggal : 17 April 2015, 8:50 pm


Kecamatan Nanga Tayap dengan luas wilayah sekitar 1.278,20 Kilometer persegi yang terdiri dari 18 desa 30.998 jiwa, merupakan wilayah dengan kawasan perkebunan, pertambangan dan pertanian saat ini sudah berkembang pesat. 

Camat Nagat Tayap Anwar mengungkapkan masuknya Investasi di Kecamatan Nanga Tayap sebagai upaya menggali potensi dan karateristik wilayah kecamatan yang telah ditetapkan dengan surat edaran Bupati diantaranya sebagai kawasan tanaman pangan ubi kayu
" Untuk tanaman hotikultura di terpusat di Desa Batu Mas dan desa Cegolak dan desa Patih Benteng " kata Camat Anwar kemarin.
Selain itu potensi kawasan holtultura seluruh desa perkebunan peternakan pertambangan kawasan pengumpul distribusi hals pertanian dan perkebunan kawasan budi daya perikanan
Untuk mendongkrak perekonomian masyarakat dijelaskan Anwar perlu dilakukan peningkatan sarana dan prasarana infrastruktur diakuinya sebagian desa masih memerlukan pembenahan seperti peningkatan jalan tanah desa pangkalan suka menuju desa sebadak raya dikebuai kemudian Naga Tayap meunju siantau raya dan sampai kedesa kayung utara kondisi saat ini masih jalan tanah sehingga musim hujan masih berlumpur.
" Harapan masyarakat kepada Pemerintah dan para investor untuk memperhatikan perbaikan ruas-jalan yang tersebut " katanya.
Menurut Anwar masuknya investasi perkebunan di Kecamatan Naga Tayap program CSR dari beberapa perushaan dalam membantu pemerintah seperti jalan dan jembatan dan bantuan peningkatan ekonomi, bidang pendidikan karena di Kecamatan ,Nanga Tayap ada 45 SD 10 SMP Negeri dan 1 SMP swasta dan 1 sekolah menengah atas dan 1 SMK diantara beberapa permasalahan tersebut masih kurangnya tenaga pendidik. " Tenaga guru yang PNS masih sangat dibutuhkan untuk kecamatan Tayap " katanya. 

Sandai Terus Berbenah

Pengirim : ALWIADI.
Tanggal : 17 April 2015, 8:52 pm


Camat F Masdi mengungkapkan Kecamatan Sandai saat ini sedang berbenah disegala bidang, dukungn pembangunan infrastruktur dari Pemerintah dan program CSR dari perusahaan perkebunan pertambangan menjadikan Sandai terus berbenah.

Dipaparkan Camat Masdi bahwa kecamatan Sandai terdiri dari 12 desa dengan jumlah penduduk 26.697 jiwa yang sebagaian besar masyarakatnya saat ini bekerja di kebun sawit, ketika harga karet turun. " Masyarakat Sandai rata-rata bekerja di kebun sawit yang berpenghasilan 7 sampai 8 juta perbulan " katanya.

Perkembangan ekonomi Kecamatan Sandai yang terus membaik ini dibuktikan dengan adanya 28 prusahaan perkebunan, Bank, CU Union, Hotel dan penginapan yang kian menjamur di Kota Sandai.

" Daya beli masyarakat Sandai saat ini masih baik naiknya BBM dan kebutuhan pokok tidak terlalu berpengaruh pada perekonomian masyarakat " kata Camat Sandai.

Di akui Masdi memang masih ada beberapa kendala infrastruk tur jalan desa dan jembatan yang belum diaspal, sehingga perlu segera dilakukan perbaikan-perbaikan untuk lancarnya tarnsportasi dari desa ke Keamatan Sandai .
" Listrik PLN yang sering padam, kurangnya tenaga pendidik dan personil Kecamatan itu merupakan kendala yang kami hadapi sekarang " jelasnya.

Kurangnya personil tenaga pendidik dan pegawai negeri sipil untuk di Kecamatan Sandai ini juga diakui Koplesk Sandai melalui Kasi UmumAiptu Goni Wahyu Prabowo bahwa Polsek sandai membawahi 2 Kecamatan yakni Kecamatan Sandai dan Hulu Sungai dengan 24 Desa.

Dijelaskannya dengan luasan wilayah dan teritorial yang cukup besar Polsek Sandai hanya memiliki 20 personil anggota kepolisian, yang seharusnya Polsek Sandai sesuai SPP mempunyai 59 personil.

Untuk mengatasi kekurangan personila yang ada Polsek Sandai selalu berkoordinasi dengan unsur Pimponan kecamatan Camat, Danramil serta masyarakat " Untuk Kecamatan Sandai kejahatan Curanmor sering terjadi dan masih bnyak yang belum terungkap karena minimnya personil tidak seimbang dengan jumlah penduduk dan luasan wilayah " kata Aiptu GW Prabowo 

Rabu, 10 Desember 2014

Kanwil Kemenkumham Kunjungi Bupati Recana Buka Kantor Imigrasi

Pengirim : ALWIADI.
Tanggal : 10 December 2014, 7:58 pm


Ketapang, Program ketahanan pangan ( Dem Area ) yang diluncurkan Bupati Ketapang Drs Henrikus M.Si mendapat respons positive beberapa daerah di Indonesia dengan mengunjungi lokasi dem area, Rabu, (10/12) giliran Kementerian Hukum dan Hak Azazi Manusia (KEMENKUM HAM) mengunjungi Kabupaten Ketapang dan berencana membuka Kantor Imigrasi.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkum HAM Provinsi Kalbar Maroloan Jonnis Baringbing .SH.MH beserta anggotanya sembilan orang melihat langsung lokasi Kebun Pangan Sinergi Pemkab dan Lapas klas II B Ketapang di Jalan Rangga Sentap Dalong Kelurahan Sukaharja Ketapang, usai melihat kebun pangan, rombongan Kanwil berkunjung ke Pendopo Bupati Ketapang.
Kedatangan rombongan diterima langsung Bupati Ketapang, Drs Henrikus M.Si yang didampingi oleh Kepala Bapedda Drs Mahyudin. Kadis Perkebunan Ir Syamsyu Akhyar, Kabag Hukum Edy Radianysah SH.MH, Kabag Umum Boy Hasan.S.Sos.M.Si, dan Kabag Humas Repalianto.S.Sos.M.Si.
Kepada Bupati Henrikus, Kakanwil Kemenkum HAM, MJ Baringbing mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas perhatian besar Bupati Ketapang terhadap warga binaan di lapas Ketapang , perhatian tersebut diwujudkan Bupati berupa penyediaan lahan yang sudah diolah, sarana dan prasana seperti jalan jembatan perumahan, serta peralatan pertanian hingga sampai ke bibit tanaman dan perikanan serta peternakan.
" Perhatian besar dari Bupati Ketapang ini sudah kami laporkan ke Dirjend Kemnkum Ham di Jakarta, karena kami berharap kebun pangan untuk warga binaan yang ada di Ketapang ini menjadi salinan Lapas Nusakambangan yang ada di Indonesia " katanya.
Selain itu MJ Baringbing menyampaikan dengan perkembangan Kabupaten Ketapang yang semakin pesat sehingga Kabupaten Ketapang sudah layak adanya pelayanan keimigrasian dengan membuka kantor cabang juga pembukaan Rumah Penyimpanan Barang Sitaan Negara (RUPBASAN) agar dapat memperpendek rentang pelayanan kepada masyarakat.
" Untuk pembangunan Kantor Imigrasi dan Rupbasan kami mohon bantuan Pemkab Ketapang dalam penyediaan lahan, dan kalau pengadaan lahan sudah siap kami usulkan ke Dirjend Pusat sebagai salah satu syarat untuk pembentukan kantor baru " katanya.
Bupati Ketapang Drs Henrikus M.Si menyambut baik kunjungan Kakanwil Kemnkumham di Kabupaten Ketapang, menurut Bupati diluncurkannya program kebun pangan sinergi Pemkab dan Lapas Ketapang sesuai dengan misi dan visi Bupati Ketapang dalam ketahanan pangan.
Selain itu menurut Bupati sudah menjadi kewajiban sebagai Pemerintah melakukan pembinaan kepada para warga narapidana yang ada di Lapas Ketapang, dengan menpaatkan potensi lahan yang ada dan warga binaan Lapas sebagai tenaga kerja.
" Setelah kita lakukan pembinaan dengan harapan mereka tidak akan kembali lagi " kata Bupati.
Ditambahkan Bupati program sinergi yang dilakukan tidak hanya satu sektor, tetapi dilakukan secara merata lintas sektoral dan intansi, diantaranya disebutkan Bupati sinergi dengan Pejabat SKPD, SKPD, BUMN, TNI, demi menjaga ketersediaan lahan pangan di Ketapang.
Demikian juga dengan bantuan yang diberikan Pemkab Ketapang, selain bantuan kepada Lapas Ketapang, Pemkab Juga telah memberikan bantuan kepada Kepolisian berupa ambulance, mobil dinas untuk BPN dan lahan untuk pos TNI Al di Kendawangan.
Banyaknya investasi asing masuk di Kabupaten Ketapang, sangat memungkinkan Ketapang sudah ada kantor Imigrasi dan Kantor Rubasan untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat.
" Untuk pembangunan Kantor Imigrasi di Ketapang sudah layak dan masalah lahan sudah kita siapkan tinggal mengurus administrasi penyerahan dari Pemkab kepada Kemenkum Ham " kata Bupati. sumber : http://humas.ketapang.go.id/berita_full.php?vN=2347

Selasa, 09 Desember 2014

CSR BNI Sasar Infrastruktur Dasar

Pengirim : ALWIADI.
Tanggal : 9 December 2014, 12:57 pm


Ketapang, Program dan kegiatan tanggungjawab sosial perusahaan berupa CSR ( Coprate Social Responsibility) oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Cabang Ketapang tahun 2014, menyasar pembangunan infrastruktur dasar.

Penyerahan bantuan CSR dari PT BNI Cabang Ketapang dilakukan secara simbolis oleh Pimpinan BNI Cabang Ketapang Maslipansyah kepada Pemkab Ketapang melalui Kepala Bapedda Drs H Mahyudin M.Si diruang rapat Kantor Bapedda Ketapang, Selasa (09/12) yan di hadiri oleh Dinas pendidikan, Dinsosnaker trans, Dinas Kebersihan dan Pertamanan dan Kabag Humas Setda Ketapang Revalianto.S.Sos.M.Si.
Kepala Bappeda Ketapang Drs.H Mahyudin.M.si mengatakan program CSR dari pihak swasta merupakan salah satu sumber pembiayaan untuk pembangunan daerah, selain dari APBD Kabupaten dan APBD provinsi juga APBN yang telah ada.
" Selain investasi pihak swasta di Kabupaten Ketapang program CSR juga besar peranannya membantu pembiayaan pembangunan " katanya.
Menurut Mahyudin bantuan CSR perusahaan dikabupaten Ketapang nilainya sudah cukup besar baik perusahaan perkebunan, pertambangan dan perbankan dalam membantu pembiayaan pembangunan di daerah.
" Kedepan kita berharap perusahaan atau perbankan yang lainnya segera mengikuti dan menyalur program CSR yang disinergikan dengan program Pemerintah daerah " harapnya.
Mahyudin atas nama Pemerintah Kabupaten Ketapang mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas diluncurkanya program SCR oleh PT BNI cabang Ketapang yang akan memberikan manpaat yang maksimal untuk masyarakat Ketapang.
Program CSR dari PT BNI Cabang Ketapang yang diserahkan senilai Rp. 105. juta tersebut, disalurkan dalam bentuk barang meubelair SDN 19 Pagar Mentimun, SDN 21 Sukamaju, SMPN 03 Ketapang, Panti sosial Tresna Werdha Mustika Dharma,berupa kulkas, bak penampungan air,kipas angin kompor dan tabung gas, sedangkan kendaraan roda tiga pengangkut sampah bantuan kepada Dinas kebersihan Ketapang 

Senin, 02 September 2013

Kendaraan Berat di Bandara Rahadi Oesman mulai melakukan pelebaran

Kendaraan Berat di Bandara Rahadi Oesman
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Kendaraan berat sedang dioperasikan untuk memperpanjang landasan Bandara Rahadi Oesman, Ketapang, Minggu (1/9/2013) petang. Diperlukan peningkatan kualitas struktur maupun infrastruktur bandara lainnya, mengingat semakin banyaknya pengguna transportasi udara di bandara ini.sumber : http://pontianak.tribunnews.com

Kamis, 22 Agustus 2013

Minta Perbaiki Jalan di Sandai

KECAMATAN Sandai yang dilintasi Jalan Trans Kalimantan menjadikan pertumbuhan ekonomi di kecamatan ini sangat pesat. Akan tetapi, infrastruktur yang ada di kecamatan yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang, ironisnya begitu buruk. Hal ini dianggap tidak seimbang dengan pertumbuhan ekonomi yang saat ini sedang tumbuh.
Kabid Kesejahteraan Rakyat Barisan Indonesia (Barindo) Kabupaten Ketapang, Susilo Aheng, mengungkapkan bagaimana dalam beberapa tahun belakangan, Kecamatan Sandai mulai bergeliat, khususnya di sektor perekonomian. "Sejak ada Jalan Trans Kalimantan, kondisinya (perekonomiannya) mulai tumbuh pesat," katanya, kemarin (19/8) siang di Ketapang.
Aheng yang juga berprofesi sebagai pebisnis ini, mengaku salut atas perkebangan daerah ini. Menurutnya, jika dibandingkan dengan kondisi beberapa tahun lalu, Sandai saat ini jauh lebih baik. "Jauh lebih baik jika dibanding beberapa tahun lalu. Bangunan-bangunan ruko sudah banyak," tukasnya.
Dia juga menjelaskan, Sandai merupakan salah satu urat nadi perekonomian bagi beberapa daerah pedalaman dan sentral bisnis yang sangat menjanjikan di Ketapang. Akan tetapi, menurut Aheng, satu hal yang selama ini menjadi pekerjaan rumah buat pemerintah, yaitu infrastruktur jalan yang kurang diperhatikan. "Jangan heran kalau masyarakat Sandai menuntut otonomi daerah atau membentuk kabupaten baru yaitu Kabupaten Sandai. Karena masyarakat di sana menganggap pemerintah kurang peduli terhadap kondisi di sana," ungkap Aheng.
Dia mengingatkan kembali bahwa persoalan yang menjadi sorotan masyarakat di kawasan tersebut adalah infrastruktur, khususnya jalan. Jalan yang berada di tengan sentral bisnis yang setiap hari dilalui oleh ribuan masyarakat yang berbelanja kebutuhan pokok sehari-harinya, diungkapkan dia, saat ini begitu rusak kondisi. Menurut dia, begitu banyak terdapat lubang dan menjadi kubangan air di saat hujan turun. "Oleh karena itu, kami sangat berharap kepada perwakilan masyarakat yang duduk di kursi legislatif, untuk serius memperjuangkan infrastruktur, khususnya jalan yang menjadi kebutuhan masyarakat banyak ini," pintanya. (afi)sumber : http://www.rakyatkalbar.com

Senin, 24 Juni 2013

Bahari ade kapal baru saudare ketapangcity kmaren baru di Launching

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Express Bahari melaunching kapal cepat terbarunya yang melayani rute Ketapang-Pontianak. Kapal dengan warna dominan kuning yang baru rampung di bangun di galangan kapal di Batam ini diklaim lebih cepat dan memiliki tekhnologi lebih baik dari kapal yang digunakan sebelumnya.

Kapten Express Bahari 9C, Gusti Hardinata menuturkan kapal dengan panjang 40 meter ini mampu menampung hingga 440 penumpang, dibanding kapal cepat sebelumnya yang hanya mampu memuat 330 penumpang.

"Ini sebagai bentuk anstisipasi lonjakan penumpang atau pemudik, karena jelang puasa dan lebaran ini pada dasarnya dari tahun ke tahun selalu terjadi lonjakan. Kapal ini menggantikan kapal seri sebelumnya,"kata Gusti setelah merapat di pelabuhan Sukabangun, Selasa (18/6/2013).

Dikatakannya, fitur keamanan, juga disiapkan life jaket lengkap yang mengakomodir semua penumpang dan ABK apabila hal buruk terjadi serta fitur keamanan lainnya, namun dari segi tekhnologi, kata Gusti kapal dan perangkat navigasi didesain untuk mengutamakan aspek keselamatan.

Menurutnya, lonjakan pemudik selalu terjadi menjelang dan hari libur. Untuk libur puasa dan lebaran tahun lalu, setiap harinya tidak kurang dari 450 penumpang keluar masuk Ketapang. "Dengan penambahan kapasitas penumpang ini, mudah-mudahan bisa mengatasi lonjakan penumpang libur tahun ini," ujarnya.


Penulis : novi saputra
Editor : Jamadin
Sumber : Tribun Pontianak

Tarif Kapal Cepat Pontianak-Ketapang Naik Rp 50 Ribu

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Kepala KP3 Pelabuhan Sukabangun Polres Ketapang, Ipda Dwidyo menuturkan akan membantu mensosilisasikan harga tiket resmi kapal cepat tujuan Pontianak Ketapang. yang dibarengi dengan peningkatan keamanan pelabuhan.
 
"Kami membantu mensosialisasikan karena masyarakat dikhawatirkan komplainnya menjurus kearah yang tidak-tidak. Oleh karena itu selain kita bantu sosialisasikan juga diieringi peningkatan keamanan pelabuhan," kata Dwi sapaannya, Senin (24/6)
 
Kata Dwi, jelang liburan dan puasa hingga lebaran, arus warga yang menggunakan jasa pelabuhan hampir bisa dipastikan naik,lantaran berkaca dari pengalaman tahun tahun sebelumnya.
 
Sementara itu Kapten Kapal Bahari C9, Gusti Hardinata menuturkan mulai hari Senin (24/6/2013) seluruh tiket kapal cepat yang beroperasi seperti Bahari, Mega dan Poly mengalami kenaikan sebesar Rp 50 ribu dari harga yang ditetapkan sebelumnya. 

Kenaikan ini berdasarkan asumsi kenaikan harga BBM yang telah disepakati dalam rapat direksi dan pihak perhubungan di Pontianak.
 
"Semua kapal ekspress tujuan Pontianak Ketapang tiketnya naik Rp 50 ribu, harap masyarakat maklum," kata Gusti


Penulis : novi saputra
Editor : Arief
Sumber : Tribun Pontianak

Minggu, 09 Juni 2013

Ketapang Expo 2013 Dipersiapkan


Ketapang – Persiapan Ketapang Expo 2013 mulai dilakukan di kompleks pendopo Bupati Ketapang. Sejumlah pekerja bangunan mulai melakukan pekerjaan pembuatan lokasi stand semi permanen.


Selain mengenalkan potensi unggulan daerah di tingkat nasional melalui APKASI International Trade and Investment Summit 2013 di Jakarta. Pemkab Ketapang dalam waktu dekat akan menjembatani informasi pembangunan ke masyarakat melalui Ketapang Expo 2013 dalam beberapa waktu ke depan.
Kegiatan Ketapang Expo sebelumnya diikuti berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), PKK, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Swasta (BUMS). Kegiatan itu sebagai salah satu sarana bagi unsur pemerintah daerah, pelaku usaha terutama pengusaha kecil dan menengah (UKM) dan semua lapisan masyarakat, untuk mengetahui berbagai potensi, terutama sumber daya dimiliki Kabupaten Ketapang, seperti Pertambangan, Perkebunan, Pertanian dan lain sebagainya. Selain pameran informasi potensi keunggulan daerah dalam upaya menarik investasi, dilaksanakan hiburan untuk masyarakat Kabupaten Ketapang.
“Kita berharap melalui pameran, masyarakat tidak hanya mengenal Ketapang hanya investasi di tambang dan perkebunan, tetapi masih banyak sektor yang bisa dikelola untuk investasi,” kata Boyman Harun SH, Wakil Bupati Ketapang kemarin.
Repalianto SSos MSi, Kabag Humas Setda Ketapang, mengatakan sebagaimana arahan Bupati dan Wakil Bupati Ketapang, kegiatan APKASI International Trade and Investment Summit 2013 diharapkan sebagai jembatan informasi menjaring investasi ke daerah Ketapang. “Kegiatan pameran di kompleks pendopo Bupati Ketapang ini, rencananya digelar bulan Juni 2013 ini,” pungkasnya. (Jay)

Senin, 15 April 2013

Dari Kalbar ke Kalteng seperti Masuk Negara Lain



Tribunnews.com - Jalanan di Kalimantan Barat tak bisa disebut bagus. Seperti dituturkan Anggun Wicaksono, salah satu tim dari Kompas TV yang tengah menjelajahi Indonesia untuk program "100 Hari Keliling Indonesia".
Ia mengingat kembali perjalanannya saat berada di Kalimantan Barat. Setelah dari Taman Nasional Betung Kerihun, tim berlanjut perjalanan menuju Ketapang. Mereka naik bus selama dua hari.
"Jalanan sepanjang Kalimantan Barat memang jelek. Sekarang ketemu lagi jalanan tetap jelek. Jalanan tanah semua. Kami tidak ketemu jalanan beraspal," cerita Anggun kepadaKompas.com beberapa waktu yang lalu.
Sesampai di Ketapang, tim bertemu dengan Farid Gabang yang pernah melakukan Ekspedisi Zamrud Khatulistiwa di tahun 2009. Ia berjelajah dari Ketapang ke Pangkalan Bun dengan sepeda motor.
"Jadi semacam napak tilas, kami mengulangi perjalanan dengan rute yang sama. Lama perjalanan 15 jam dan sepanjang itu semua sudah berubah jadi kelapa sawit. Dulu sudah ada kebun kelapa sawit, tapi sekarang lebih banyak lagi," cerita Anggun.
Mereka menemukan selama perjalanan, jalur kelapa sawit. Hawa yang panas sudah pasti. Anggun mengatakan bahwa kelapa Sawit seakan merajalela dan merusak kehidupan adat.
"Saat di warung, beberapa penduduk curhat. Ikan (di sungai) sudah nggak ada. Air bikin penyakit, karena racun mercuri dari kelapa sawit. Debit air berkurang. Orang banyak mengeluh karena kelapa sawit. Banyak yang menyesal kenapa dulu jual tanah," tutur Anggun.
Uniknya, saat tim sampai di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, mereka menemukan sesuatu yang berbeda. Menurut Anggun, saat di Pangkalan Bun, jalannya beraspal.
"Dari Kalbar (Kalimantan Barat) saat masuk ke Kalteng (Kalimantan Tengah) seperti masuk ke negara lain. Jalannya super mulus. Kebanting banget. Kami kaget banget, seperti kayak masuk ke Malaysia. Jalanannya bagus kalau di Palangkaraya," kata Anggun.
Dalam program 100 Hari Keliling Indonesia, Ramon memulai perjalanan dari Jakarta menuju Sumatera kemudian Kalimantan. Lalu, berlanjut ke Sulawesi, Papua, Ambon, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Bali. Perjalanan kemudian berakhir di Pulau Jawa, tepatnya kembali di Jakarta.
Bukan hanya sekadar panorama dan segala keindahan bumi Indonesia yang akan diangkat, melainkan juga sisi budaya, masalah sosial, masalah lingkungan, dan problematika transportasi yang dihadapi Ramon selama perjalanan.

Jumat, 29 Maret 2013

Dua SPBU Bakal Dibangun di Ketapang


Ketapang – Makin banyaknya jumlah kendaraan di Ketapang, membuat kebutuhan BBM sering mengalami kekurangan. Untuk mengatasi hal tersebut, tahun ini akan dibangun dua SPBU, di Kecamatan Muara Pawan dan Kecamatan Nanga Tayap Ketapang.
Kabid energi dan Kelistrikan ESDM Ketapang Suratmin mengatakan, dua pengusaha SPBU tersebut telah mengurus izin dari Pemkab Ketapang melalui Dinas ESDM Ketapang. Masing-masing akan membangun di Kecamatan Muara Pawan Desa Sungai Awan Kiri dan satu lagi di Desa Sungai Beliung Kecamatan Nanga Tayap Ketapang.
“Di Ketapang akan dibangun lagi dua SPBU semoga dengan adanya SPBU ini dapat mengatasi kesulitan BBM di Ketapang ini,” kata Suratmin, kemarin.
Dikatakannya saat ini Kabupaten Ketapang telah memiliki tujuh SPBU. Namun stok BBM sering habis, karena jumlah kendaraan tidak sesuai dengan jatah BBM yang didapat dan banyaknya antrean panjang di SPBU-SPBU.
“Izin-izin SPBU ini dari Pertamina, Pemda Ketapang hanya mendukung saja,” ujarnya.
Menurutnya, setiap hari jumlah kendaraan di Ketapang selalu bertambah. Belum lagi kendaraan plat dari luar Ketapang yang banyak beroperasi di Ketapang.
“Kita belum tau pasti kondisi BBM di Ketapang ini seperti apa, kita selalu melakukan koordinasi dengan instansi terkait,” katanya.
Ia mengaku ESDM dalam hal ini hanya sebatas melakukan kordinasi dengan Pertamina, BP Migas dan hanya melakukan pengawasan saja bukan pada penindakan.
“Dalam pengawasan pun kita juga punya batasan dan tidak masuk terlalu jauh. Kondisi BBM di Ketapang sama juga dengan di daerah lain,” ungkapnya.
Ia mengaku lebih setuju jika harga BBM subsidi ini dinaikkan. Pasalnya harga BBM subsidi ini tidak bisa dinikmati oleh masyarakat yang seharusnya mendapatkan harga subsidi.
“Saya lebih setuju harga BBM subsidi ini dinaikkan saja, karena masyarakat pun tidak bisa merasakan harga subsidi ini,” katanya.
Pantauan koran ini Jumat (22/3) di sejumlah SPBU di Ketapang antrean terus mengular panjang yang dipenuhi para penyedot baik yang menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat, kondisi ini membuat masyarakat mengeluh. (jay)

Rabu, 13 Maret 2013

Warga Minta Perbaikan Drainase Sebelum Musim Hujan


TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Sejumlah warga Ketapang meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) Ketapang untuk menata kembali drainase di Jalan DI Panjaitan. Mengingat setiap musim penghujan, wilayah DI Panjaitan merupakan langganan banjir.

Yusril (46) warga Delta Pawan, menganjurkan di saat sebelum tibanya musim penghujan, adalah waktu yang tepat untuk memperbaiki drainase.

"Jangan sudah banjir lagi baru besibuk, masing-masing ngomong kewenangan provinsilah, akibat buang sampah sembaranganlah. Kalau semuanya mau action, dimulai dari sekarang," kata Yusril kepada Tribunpontianak.co.id, Rabu (13/3/2013)

Warga lainnya, Syamsul menuturkan drainase di Jalan DI Panjaitan adalah drainase aneh, lantaran tak terhubung dengan drainase di ruas jalan disekitarnya. Alhasil setiap hujan deras datang, jalanan berubah fungsi menjadi tempat penampungan air.

Penulis : novi saputra
Editor : Arief
Sumber : Tribun Pontianak

Rabu, 06 Maret 2013

Jalan Hancur, Masyarakat Pilih Lewat Pelang


Ketapang – Hujan yang turun terus-menerus beberapa waktu yang lalu ditambah banjir besar yang menggenangi jalan menyebabkan hancurnya jalan Sungai Awan-Tanjungpura-Ulak Medang.
Tidak mengherankan jika selama ini masyarakat Desa Ulak Medang, Sepahan, Sungai Kelik, Tayap, dan sekitarnya melewati Jalan Tanjungpura untuk menuju Ketapang, saat ini lebih memilih jalur Sungai Melayu Rayak–Pelang untuk ke Ketapang.
Perangkat Desa Ulak Medang, Budi, menyatakan bahwa saat ini mereka lebih mudah melewati jalur Pelang menuju Ketapang ketimbang melewati jalur Tanjungpura.
“Jalur Pelang lebih aman dan murah dari pada lewat jalur Tanjungpura. Kalau lewat jalur Tanjungpura kita khawatir air yang masih dalam, selain itu ongkos biaya miting sangat besar sekali. Sekali turun untuk ongkos miting (pungli) tidak kurang dari Rp 60 ribu. Belum lagi ongkos BBM dan keperluan lainnya,” ungkap Budi, Minggu (24/2).
Budi mengatakan kondisi saat ini dari arah jalan Tanjungpura menuju ke Ulak Medang terdapat lima atau enam lokasi miting yang mengenakan biaya bagi masyarakat yang melewati bangunan jembatan darurat tersebut. Rata-rata biaya yang dikeluarkan oleh pengguna jalan antara lima ribu Rupiah sampai Rp15 ribu per miting. Tidak itu saja, dua jembatan di Desa Ulak Medang patah dan hancur. Bahkan beberapa waktu lalu, lima pedagang keliling yang menggunakan jembatan tersebut terjungkal ke air yang deras dan penuh kayu. Akibatnya empat unit motor korban rusak dan lima pedagang tersebut luka parah.
M Thamren, Kades Ulak Medang, mengharapkan Pemkab Ketapang melalui instansi terkait dapat membantu pembangunan kembali jembatan yang dipergunakan masyarakat beberapa kecamatan tersebut.
“Kami berharap Pemkab Ketapang dapat membangun jembatan darurat kembali, karena akses tersebut dipergunakan masyarakat Kecamatan Tayap, Sandai, laur, Simpang Dua untuk ke Ketapang. Jangan sampai timbul korban kembali akibat jembatan yang tidak kuat tersebut,” pungkas Thamren. (jay) sumber : http://www.equator-news.com

Minggu, 24 Februari 2013

PLN Ajak Asosiasi Sinergi


KWHMeteran.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Penyampaian informasi kepada masyarakat agar menggunakan listrik secara aman, perlu adanya sinergi antara PLN, Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal (AKLI) dan KONSUIL agar tak terkesan berjalan sendiri-sendiri.

 "Ketika proses perijinan pemasangan baru di PLN sudah kelar, tinggal konsumen bebas memilih mau pilih AKLI mana untuk ngerjakan jaringan listriknya, kalau KONSUIL tugasnya mengeluarkan sertifikat SLO (Surat Layak Operasi), kalau sekarang belum ada sinergi yang cukup baik," tutur Asisten Manajer Transaksi Energi PLN area Ketapang, Martinas P Tutkey, kepada Tribunpontianak.co.id, Jumat (22/2/2013).

Kara Martinas untuk penyambungan baru, pembatas kWh meter pelanggan tidak terdapat segel, karena PLN tidak berhak untuk menyegel. Sehingga sambungan baru yang dipasang ke pelanggan dapat dihidupkan oleh pelanggan. Akan tetapi ini akan beresiko apabila jaringan milik pelanggan tidak terlebih dahulu dicek kelayakannya.

 "Kami memang bertugas untuk menyediakan listrik dan kWh meter, namun setelah kami pasang itu dalam posisi off. Jika pelanggan ingin menghidupkannya, itu hak pelanggan. Yang jelas setelah kami pasang itu dalam posisi off dan biasa dipasangi stiker segel," tukasnya.


Penulis : novi saputra
Editor : Jamadin

Senin, 04 Februari 2013

Enam SPBE Dibangun di Kalbar


PONTIANAK, KOMPAS.com- Enam stasiun pengisian bahan bakar elpiji baru di beberapa daerah di Kalimantan Barat saat ini tengah dibangun. Pembangunan dilakukan untuk melengkapi dua SPBE yang sudah ada.
Jika keenam SPBE itu beroperasi, harga eceran tertinggi (HET) elpiji subsidi tiga kilogram bisa turun.
Sales Representative LPG PT Pertamina Kalimantan Barat Sulistya Adi, Senin (4/2/2013), menjelaskan, saat ini semua kebutuhan elpiji subsidi dipasok dari dua SPBE yang ada di Kota Pontianak. Ini menyebabkan HET elpiji subsidi tiga kilogram relatif mahal di wilayah pedalaman Kalbar.
Sebagai contoh, HET di Kota Pontianak hanya Rp 12.750 per tabung tiga kilogram. Namun, di Kabupaten Sintang, HET bisa mencapai 20.000 per tabung, dan di Kapuas Hulu bisa mencapai Rp 25.000 per tabung.
Keenam SPBE itu dibangun masing-masing di Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sintang, Kabupaten Ketapang (2 SPBE), dan Kota Singkawang (2 SPBE).

Rabu, 19 Desember 2012

2025, Ketapang Layak Jadi Provinsi


Kabupaten-Ketapang.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Peneliiti Senior dari Universitas Tanjungpura (Untan) Prof Eddy Suratman menyatakan pada 2025 mendatang, Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat sudah layak menjadi sebuah Provinsi mandiri, dengan Kota Ketapang sekarang sebagai Ibukota.

"Ini akan kami tuangkan dalam sebuah buku yang dapat diakses melalui internet," ujar Eddy disela-sela pemaparan hasil kajian terhadap Kabupaten Jelai Kendawangan Raya (JKR) di ruang rapat DPRD Ketapang, Selasa (18/12/2012).

Menurutnya hal ini bisa terjadi apabila dalam beberapa tahun kedepan, di wilayah Ketapang yang sekarang dapat terbentuk dua daerah otonom baru.

Ia bersama peneliti lain menyampaikan, idealnya pada 2020 sudah terbentuk 25 kabupaten/kota di Kalimantan Barat, pemekaran dari 14 kabupaten/kota yang sudah ada sekarang.

"Desainnya seperti ini, nanti Ketapang statusnya sama dengan Kota Pontianak dan Kota Singkawang. Area sekitarnya menjadi daerah otonomi baru (DOB) yang kemudian pada 2025 berkembang lagi menjadi sebuah provinsi," ujarnya.

Hasil penelitian ini diperoleh melalui serangkaian pengkajian yang menyasar ke seluruh daerah Kalbar. Bertemu pemuka-pemuka masyarakat hingga ahli-ahli sejarah, dimana didapat kesimpulan bahwa akhir 2025 di wilayah Kalbar yang sekarang dapat menjadi tiga provinsi.
#Admin berarti dari sekarang kita seluruh warga ketapang harus saling membantu untuk merealisasikannya, pemerintah sekarang diharapkan bisa memulai dengan menyiapkan SDM (membangun universitas yang baik), SDA(pengelolaannya dengan profesional), infrastruktur yang  terintegrasi dengan kemajuan ketapang untuk 15 tahun kedepan sehingga  rancangan infrastrukturnya bisa dipakai apabila ketapang jadi provinsi, master plannya pembangunan harus jelas dan lain-lain masih banyak lagi yang harus dilakukan untuk terciptanya provinsi ketapang 2025. Amin....

Penulis : novi saputra
Editor : Bowo

Sabtu, 15 Desember 2012

Bupati Henrikus Resmikan PPI Sukabangun Dalam

MEMBANGKITKAN Wawasan Budaya Bahari Melalui Peningkatan Peran SDM dan Iptek, menjadi tema peringatan Hari Nusantara ke XIII Tahun 2012. Memeriahkan peringatan Hari Nusantara ke XIII tahun 2012 dilakukan sejumlah kegiatan dengan puncak acara dipusatkan di PPI Sukabangun Dalam, Kamis (13/13). 

Puncak Hari Nusantara ke XIII di Ketapang, Bupati Ketapang Drs Henrikus M.Si didampingi Wakil Bupati Ketapang, Boyman Harun SH, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Ketapang, Drs Heronimus Tanam, dan pimpinan SKPD meresmikan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) di Sukabangun Dalam, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang.Kamis (13/12) pagi. momentum tersebut dilakukan penyerahan hadiah lomba memeriahkan Hari Nusantara, serta penyerahan bantuan pemerintah Kabupaten Ketapang untuk kelompok nelayan. 
Peresmian PPI ditandai dengan pengguntingan pita sekaligus penandatanganan prasasti oleh Bupati Ketapang, Drs Henrikus M.Si didampingi Wakil Bupati Ketapang, Boyman Harun SH. Kemudian dilanjutkan meninjau fasilitas PPI di Desa Sukabangun Dalam.Bupati Ketapang, Drs Henrikus M.Si menerangkan peringatan Hari Nusantara bertepatan dengan Deklarasi Juanda pada 13 Desember 1957. Salah satu makna dari peringatan itu adalah memotivasi rasa kebanggaan masyarakat sebagai negara bahari. Potensi bahari di negara ini, khususnya di Kabupaten Ketapang sangat besar. Jika digali dengan maksimal, potensi bahari akan dapat mensejahterakan masyarakat. 
Memaksimalkan potensi bahari, sehingga dapat mewujudkan masyarakat yang sejahtera menjadi bagian dari visi dan misi kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Ketapang periode 2010 - 2015. Melayani masyarakat secara adil dalam mewujudkan sejahtera, tidak hanya menciptakan kesempatan berusaha di sektor pertanian, tetapi juga dibidang kelautan, perikanan, UKM dan lain sebagainya. Bupati berbarap berbagai potensi yang ada di Kabupaten Ketapang dapat digarap secara maksimal agar masyarakat mendapatkan penghasilan dan akhirnya bisa mewujudkan keluarga yang sejahtera. Dalam mendorong masyarakat menggali potensi alam Ketapang,pemerimtah daerah terus memberikan motivasi. Salah satu ransangan yang diberikan pemerintah daerah adalah bantuan kepada kelompok nelayan. Bupati Ketapang berharap PPI yang ada di Desa Sukabangun Dalam dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Pada akhirnya, melalui fasilitas yang ada masyarakat dapat merasakan manfaatnya, sehingga dapat terjadi perubahan kearah yang lebih baik. Dengan Meningkatkan Peran SDM dan Iptek, mari Kita Bangkitkan wawasan budaya bahari di Kabupaten Ketapang.@ 

Dituliskan oleh Andy Candra
sumber : http://www.humas.ketapang.go.id

Minggu, 18 November 2012

Pengguna Gas Elpiji Meningkat di Ketapang


Lpiji.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Wakil ketua IV Hiswana Migas Kalbar, H Yusman, membantah telah terjadi kelangkaan gas elpiji 3 kg di Ketapang. Menurutnya penyebab masyarakat sulit mendapatkan gas bersubsidi tersebut, karena jumlah pengguna baru semakin bertambah.

"Sebenarnya tidak ada kelangkaan, melainkan sekarang ini semakin banyak permintaan gas 3 kg dari masyarakat, karena sekarang masyarakat yang sebelumnya menggunakan minyak tanah sudah beralih ke gas 3 kg," kata Yusman kepadaTribunpontianak.co.id, Minggu (18/11/2012).

Yusman, yang juga direktur agen resmi penyalur elpiji 3 Kg ini menambahkan, dari pengamatan yang dilakukannya, sekarang ini juga banyak masyarakat yang sebelumnya menggunakan gas 12 Kg beralih menggunakan gas 3 kg. Dengan alasan lebih murah.

"Kalau dulu kita masih terbantu dengan minyak tanah, namun sekarang kita sudah tidak menjual minyak tanah lagi, makanya permintaan semakin banyak, apalagi belakangan ada juga masyarakat yang sebelumnya memakai gas 12 Kg beralih ke gas 3 Kg," tandasnya.

Yusman mengatakan, akibat kondisi yang demikian, pihaknya telah mengajukan penambahan jumlah gas 3 kg. Bahkan jika penambahan tersebut dirasa masih kurang, dalam waktu dekat dirinya akan mengajukan penambahan lagi.

Penulis : Ali Anshori
Editor : Jamadin

Selasa, 30 Oktober 2012

Jembatan di Manis Mata Mendesak Dibangun


TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Akses penyeberangan sungai yang terdapat di Desa Kelampai Kecamatan Manis Mata Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat, memakan korban. 

Seorang warga dikabarkan mengalami patah kaki saat akan melakukan penyeberangan di kawasan tersebut beberapa waktu lalu.

Maka dari itu pembangunan jembatan yang menghubungkan Kecamatan Manis Mata dengan wilayah Kalimantan Tengah akan semakin dekat. Apalagi sebagian warga di sejumlah desa saat ini menggunakan jasa penyeberangan di sungai itu.

"Warga sangat berharap sekali agar pemerintah segera membangun jembatan penyeberangan di lokasi tersebut, supaya akses dari Desa Kelampai menuju Kalimantan Tengah lebih cepat," kata Anggota DPRD Alfian Nur kepada Tribunpontianak.co.id, Selasa (30/10/2012).

Alfian mengatakan, dirinya sudah menyampaikan persoalan tersebut kepada pemerintah daerah, dan perusahaan perkebunan yang ada di wilayah itu. 

"Di sana kan sudah ada perusahaan, kita harapkan pemerintah bisa menggunakan dana sharing dengan perusahaan, kalau di perusahaan ka nada program CRS-nya, saya yakin perusahaan mau," kata Alfian.

Alfian mengatakan, di desa tersebut sejatinya sudah ada jembatan, akan tetapi jarak tempuhnya bisa mencapai 2 sampai tiga jam. Namun jika melalui penyeberangan tersebut jaraknya lebih dekat, karena merupakan jalur pintas.

Penulis : Ali Anshori
Editor : Bowo