KERATON KERAJAAN MATAN KETAPANG

Pusat Pemerintahan Kerajaan Matan Ketapang

RUMAH ADAT MELAYU KETAPANG

Salah Satu Pusat Kebudayaan Melayu Ketapang

HUTAN KOTA KETAPANG

Hutan Kota Merupakan Habitat Hewan dan Tumbuhan Asli Ketapang

BUNDARAN ALE-ALE KETAPANG

Bundaran Ale-ale adalah bundaran sekaligun icon Kota Ketapang

PANTAI TANJUNG BELANDANG

Salah satu Objek Wisata yang ada di Ketapang

Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Maret 2016

Air terjun Batu Arang Kendawangan, salah satu potensi wisata di kabupaten ketapang

          Air terjun batu arang terletak di kecamatan kendawangan kabupaten ketapang, untuk mencapai air terjun tersebut dari ketapang dengan memakai kendaraan darat sekitar dua sampai tiga jam perjalanan. Air terjun ini belum banyak orang mengetahui nya dan dari pemerintah daerah belum menjadikan air terjun ini sebagai destinasi wisata unggulan di kabupaten ketapang. Dari segi fasilitas atau akses jalan menuju ke air terjun ini belum di aspal dan di lengkapi dengan fasilitas umum yang memadai. padahal air terjun ini mempunyai potensi sebagai salah satu potensi pendapatan asli daerah apabila di kelola dengan baik pemerintah daerah ketapang khususnya kecamatan kendawangan yang merupakan tempat air terjun ini. berikut hasil video perjalanan tim dari dinas kebudayaan dan pariwisata kabupaten ketapang beberapa waktu lalu.

Keindahan Wisata Lubuk Baji Kabupaten Kayong Utara

Lubuk Baji adalah merupakan salah satu tripo menarik di Kawasan Taman Nasional Gunung Palung. Letaknya di desa Benawai Agung Kabupaten Kayong Utara Ketapang Kalimantan Barat. Bila bernasip baik para wisatawan memiliki kesempatan yang sangat baik melihat orangutan liar atau setidaknya dapat mencari tanda-tanda kehadiran mereka berupa sarang atau jejak-jejak lain. Menurut Para peneliti orangutan hanya tinggal 2.500 yang masih ada diseluruh Taman Nasional. Hewan lain yang dapat diamati di daerah Lubuk Baji ini adalah Owa-owa, Monyet Merah Daun, Beruang Madu Malaya, Rangkong, Pelatuk, dan banyak interestings amfibi, reftil dan invertebrata.
Bila Kita menempuh jalur antara air pauh, kita akan melalui berbagai jenis vegetasi yang berbeda seperti rumpun-rumpun bambu, kebun durian, Hutan Dipterocarpaceae dataran rendah dan habitat hutan rawa. Semunya dapat dengan mudah kita amati di sekitar kawasan air terjun Lubuk Baji. Spesies bunga termasuk iron hutan Dipterocarpaceae, Anacardiaceae, pakis, dan tanaman obat, banyak pohon buah-buahan dan jenis-jenis anggrek yang sangat indah. Kawasan ini sekarang menjadi tempat yang pavorit bagi para wisatawan.
1. LOKASI
Lubuk Baji terletak pada gugusan Gunung Pelerangan Desa Begasing Kecamatan Sukadana.
2. DAYA TARIK
Di sekitar lokasi tersebut kita dapat melihat beberapa tipe ekosistem, yaitu : ekosistem hutan dataran rendah, hutan sekunder, sub montana, dan rawa.
Terdapat jenis-jenis flora, seperti pohon Meranti, Belian, serta pohon dari jenis Dipterocarpaceae.
Terdapat jenis fauna yang merupakan satwa endemik Gunung Palung, seperti Orang Utan, Kelasi, Beruang Madu, dan Burung Enggang.
Kondisi hutan yang masih asli, sehingga tempat ini cocok dijadikan tempat camping, mendaki (hiking), dan pengamatan berbagai jenis satwa. Di lokasi ini, terdapat juga air terjun yang tingginya sekitar 20 meter.
3. FASILITAS
Lokasi ini merupakan obyek wisata yang baru ditemukan, sehingga memberikan kesan natural. Terdapat perumahan kecil untuk tempat beristirahat para wisatawan.
4. AKSESIBILITAS
Objek wisata ini dapat dicapai dengan berjalan kaki selama 8 jam dari pintu masuk di Air Pauh Desa Sutra Kecamatan Sukadana. Untuk keluar dari lokasi ini, kita membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam ke pintu keluar di Dusun Begasing Desa Benawai Agung Kecamatan Sukadana. Dari pintu keluar, kita bisa menyewa mobil pick up ke Sukadana dengan biaya Rp 50.000,00.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
IMG_5749IMG_5884P9240901-960x500x

Senin, 20 April 2015

Wonderful Sail2Indonesia tahun 2015 Relli Kapal Layar Asing Akan Labuh Di TPI Sukabangun

Pengirim : ALWIADI.
Tanggal : 20 April 2015, 4:00 pm


Ketapang (Humas-Setda)Puluhan Kapal Layar Asing akan berlabuh di Pelabuhan TPI Sukabangun Kabupaten Ketapang dalam pelaksanaan Reli Kapal Layar (Yacht Rally) asing pada Juli-November 2015 Destinasi Wonderful Sail2Indonesia (WS2I) tahun 2015, Hal ini dipastikan setelah dilakukan survei oleh Kementerian Parawisata RI yang mengunjungi Ketapang selama dua hari.

" Pelabuhan TPI Sukabangun ini letaknya strategis, memiliki sarana dan prasarana seperti setegher tempat tambat skoci, kamar mandi,wc dan air bersih serta bangunan pendukung lainnya tempat para wisatawan nantinya beristirahat " kata Raymond T lesmana Ditjen pengembangan Destinasi Parawisata Kementerian Parawisata RI ketika meninjau pelabuhan TPI Sukabangun, Senin (20//4).
Menurut Raymon relli kapal layar (yacht Rally) Asing Wonderful Sail2Indonesia 2015 adalah salah satu acara reli Kapal Layar Internasional yang dihelat oleh yayasan Cinta Bahari Antar Nusa bekerja sama dengan Island Cruising Association-New Zealand.
Ia menjelaskan acara tersebut diselenggarakan mulai bulan Juli - November 2015, dengan start yang dimulai dari Cairns Australia dan masuk perairan Indonesia pada 26 Juli 2015, melalui (Entry port) Debut Kabupaten Maluku Tenggara provinsi Maluku yang akan berakhir pada 10 November 2015, keluar melalui (exit port) kota Tanjung Pinang Provinsi Kepulauan Riau.
" Sekitar 50 buah kapal layar asing akan menyinggahi destinasi di seluruh Indonesia untuk Kalbar reli kapal Layar akan labuh di Ketapang dan Kayong Utara " katanya.
Raymon berharap kunjungan kapal layar Internasional dalam program Wonderful Sail2Indonesia 2015 dapat memberikan manfaat untuk daerah dalam pengembangan potensi wisata bahari dan juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
" Nantinya bagai mana kesiapan daerah dalam menyambut event ini, dan program berkelanjutan untuk memajukan daerah yang memiliki potensi seperti Kabupaten Ketapang ini " katanya.
Plt Kadis Budparpora Ketapang Uti M Basir menyatakan kesiapannya dalam menyambut kedatangan puluhan Kapal Layar Internasional dalam Wonderful Sail2Indonesia 2015 yang akan berlabuh di palabuhan TPI Sukabangun.
" Kami akan melakukan koordinasi dengan Bapeda, Dinas perhubungan, Dinas Perikanan dan Kelautan dalam mensukseskan kegiatan tersebut " katanya.
Ia juga merencanakan akan membenahi beberapa fasilitas pelabuhan dan mengisi kios-kios pelabuhan TPI yang kosong dengan menjadikan stand pameran produk-produk lokal seperti kerajinan tangan, kuliner, masakan khas Ketapang dan pernak pernik lainya, " Kita nanti akan pamerkan juga batu kecubung khas Ketapang " katanya.
Hal ini dilakukan dalam upaya mempromosikan potensi dan kekayaan alam kabupaten Ketapang yang masih belum banyak dikenal didunia luar dalam event tersebut merupakan kesempatan bagi para pengrajin, pengusaha lokal memperkenalkan produk unggulan lokal ke manca negara.
Sebelumnya Ditjen pengembangan Destinasi Parawisata Kementerian Parawisata RI Raymon T Lesmana didampingi Kabid pengembangan SDA Bapeda Ketapang Asep Suhendar SE, Disbudparpora, Dinas Perhubungan, Dinas Kelautan dan perikanan meninjau titik labuh alternatif Wonderful Sai2Indonesia (WS2I) tahun 2015, dengan menyusuri Pantai Celincing Benua Kayong, Kuala Pesaguan, Pelabuhan PT WHW, Sungai Tengar, Pagar Mentimun, Tanjung Batu, dan Pelabuhan Internasional Kendawangan . 

Minggu, 12 April 2015

*INACRAFT 2015,Peluang Bagi Ketapang Promosikan Hasil Kerajinan Daerah

Pengirim : andy candra
Tanggal : 9 April 2015, 6:53 pm


JAKARTA (humas) - International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2015 di Jakarta Convention Center (JCC) pada 8-12 April 2015 tidak ketinggalan diikuti Kabupaten Ketapang. 

Pameran yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang didampingi Ibu Negara Iriana Widodo, Rabu (8/4) tersebut, Kabupaten Ketapang menampilkan kerajinan ayaman, perhiasan batu kecubung dan lain-lain.
Bupati Ketapang, Drs Henrikus M.Si diwakili Kepala Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian, Drs H.Syahrani dalam pameran internasional barang kerajinan tangan yang ke-17 yang bertemakan "The Biggest and The Most Complete Exhibition of Gifts and Housewares" merupakan salah satu wadah promosi. Tak hanya promosi, tetapi juga suatu peluang bagi pemerintah daerah untuk memasarkan hasil kerajinan. "Karena itu dalam pameran Inacraf 2015, kita membawa pengrajin kita secara langsung," kata Syahrani, Kadis Koperasi UKM perdagangan dan perindustrian Kabupaten Ketapang.
Pameran yang diikuti 1600 peserta itu merupakan wadah bagi pemerintah daerah dan pengrajin dalam mengembangkan wawasan. Sebab, melalui berkumpulnya hasil kerajinan se-nusantara itu, maka diketahui keunggulan masing-masing daerah, sehingga dengan melihat secara langsung diharapkan kita dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil kerajinan. Dari hasil kerajinan binaan Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan perdagangan Kabupaten Ketapang, ternyata mendapat perhatian serius dari pengunjung. Salah satunya adalah perrmata batu kecubung (amethys) yang dipamerkan Pak Sannar dari Kecamatan Air Upas.
Pengrajin asal air upas ini tak hanya membawa batu alam yang sudah diolah menjadi perhiasan. Tetapi juga membawa bongkahan-bongkahan batu kecububg berbagai warna yang menarik perhatian pengunjung. Demikian juga dengan kerajinan ayaman tangan dari rotan, daun pandan dan lain-lain. "Ayaman tikar dari rotan, baru hari pertama sudah habis terjual, banyak pengunjung sebenarnya yang menanyakan apakah masih ada tikar rotan," kata syahrani seraya menunjukkan sebuah sampel tikar rotan yang tinggal satu buah dan juga sudah dipesan pengunjung.
Pameran yang ramai dikunjungi wisatawan mancanegara, maka stand Ketapang juga tidak luput dari perhatian wisatawan mancanegara. Wisatawan dari jepang, salah satunya tertarik dengan ayaman dari pulau bawal yang dibawa oleh Dinas koperasi UKM Perindag Ketapang. Tak hanya pengunjung yang selalu meramaikan stand Ketapang, bahkan Gubernur Kalbar, yang hadir dalam pembukaan pameran juga menyempatkan hadir di stand-stand asal Kalbar. Ia memberikan motivasi. Pameran terbesar yang sudah berlangsung ke 17 kalinya tersebut akan berlangsung sampai tanggal 12 April. Dalam pembukaan pameran dihadiri Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menegah Ngurah Agung Puspayoga, para duta besar dari negara sahabat, dan asosiasi kerajinan tangan Indonesia.
Menurut Thamrin Bustami, Ketua Umum BPP Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI), dalam laporannya bahwa pameran tersebut 1600-an peserta, baik dari pemerintah daerah, pengrajin dan pengusaha pengusaha industri kreatif..dari pameran tersebut diperkirakan sedikitnya akan mencapai transaksi sampai Rp 120 milyard.@

Selasa, 02 Desember 2014

Pentas Seni Budaya Dayak Ketapang Tahun 2014

Pengirim : Andy Candra
Tanggal : 27 November 2014, 12:05 pm


PENTAS seni budaya Dayak, pameran budaya dan ekonomi kreatif, karnaval dan rapat kerja Dewan Adat Dayak Kabupaten Ketapang tahun 2014, Rabu (26/11) dibuka. Kegiatan dihadiri Ketua DAD Kalbar yang diwakili Yakobus Kumis, dan dibuka oleh Bupati Ketapang, yang diwakili Kadis Budparpora Ketapang, H.Jahilin.

Sambutan tertulis Bupati Ketapang yang dibacakan Kadis Budparpora Ketapang menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada panitia pelaksanaan pentas seni dan budaya Dayak, pameran budaya dan ekonomi kreatif, karnaval dan rapat kerja Dewan Adat Dayak tahun 2014 atas kerja kerasnya sehingga dapat terlaksana dengan baik. Ia berharap event tersebut dapat menjadi ajang untuk lebih memperkenalkan seni budaya daerah khususnya budaya Dayak serta lebih mempererat tali persaudaraan antar sesama anak bangsa.
“Kita menyadari bahwa bangsa kita merupakan bangsa yang majemuk yang terdiri atas berbagai suku bangsa dimana masing-masing suku bangsa mempunyai identitas kebudayaan yang berbeda-beda yang tentu mencerminkan nilai-nilai yang baik dan rasa kebersamaan,” kata Bupati Ketapang diwakili Kadis Budparpora Ketapang.
Ia memaparkan perbedaan-perbedaan itu adalah sebuah anugrah dari Tuhan yang maha kuasa yang harus diterima sebagai sebuah kenyataan. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa akhir-akhir ini perbedaan ini seringkali mencuat kepermukaan. Na mun dalam bentuk yang kadang tidak jarang menjadi sumber perpecahan. Adanya event semacam ini tentu sangat bermanfaat bagi upaya meningkatkan rasa persaudaraan, solidaritas dan persatuan dalam bentuk multikulturalisme dan pluralism yang mengagungkan perbedaan dalam kesamaan derajat untuk mengaktualisasikan dan mengekpresikan budaya dalam atmosfir empati dan saling menghargai.
Di era globalisasi sekarang ini, pengaruh budaya asing tidak dapat kita hindari. Maka apabila tidak disaring dengan cermat, hal ini akan membuat generasi muda indonesia melupakan adat budaya bangsanya sendiri. Oleh karena itu diperlukan berbagai upaya agar adat budaya bangsa indonesia yang sangat beragam dan unik ini tidak lenyap ditelan oleh arus perubahan dan budaya asing yang begitu gencar. Oleh karenanya upaya-upaya pelestarian pengembangan dan promosi budaya harus terus dilakukan sehingga adat budaya kita yang unik dan beragam dapat terus lestari dan berkembang di bumi Indonesia yang tercinta ini.
Kebudayaan merupakan salah satu wujud dari hasil karya manusia yang tumbuh dari hasil, pengamatan manusia yang dilakukan terhadap lingkungannya. Penciptaan kebudayaan ini didasarkan pada pengalaman manusia tersebut atas apa yang mereka rasakan dan alami.”Sebuah budaya bisa dilestarikan dengan cara melestarikan proses kehidupan dalam masyarakat itu sendiri,” paparnya.
Dengan demikian generasi yang akan datang masih mampu untuk menjaga dan menghidupkan kebudayaan tersebut. Dengan menjalankan semua nilai yang terkandung dalam kebudayaan tersebut, termasuk di dalam adalah budaya tradisional yang saat ini sedang kita pentaskan.
Lebih lanjut dipaparkan bahwa dalam prakteknya, pelestarian budaya bukan merupakan hal yang mudah untuk dilakukan. Salah satunya hambatannya adalah perkembangan teknologi yang menyebabkan arus informasi dengan cepat masuk ke dalam masyarakat.
Namun walau dalam kondisi yang penuh dengan hambatan tersebut, tentu tetap ada jalan yang bisa dipilih untuk menciptakan pelestarian budaya, diantaranya adalah menghidupkan kembali proses produksi serta konsumsi budaya pada masyarakat.Dengan cara ini, kita diajak untuk membiasaklan diri dengan kebudayaan local yang menjadi ciri khas dan jati diri suatu masyarakat .
Peningkatan konsumsi budaya harsulah disertai dengan oftimalisasi produksi budaya. Karena apabila budaya yang diproduksi tidak mengalami pertumbuhan, maka lambat laun kebudayaan tersebut akan hilang dengan sendirinya, dan tergamtikan budaya baru yang mampu memenuhi kebutuhan jaman.
“Oleh karena itu pengelolaamn konsumsi dan produksi budaya harus berjalan seimbang agar kebudayaan bisa tetap lestari dan berkembang ditengah masyarakat,” ucapnya.
Ia menyebutkan upaya mengoftimalkan budaya tradisional yang menjadi bagi penting dalam budaya masyarakat indonesia. Diselenggarakannya pentas seni budaya Dayak pameran, karnaval dan rapat kerja oleh dewan adat Dayak Kabupaten Ketapang tahun 2014 adalah sangat tepat dan akan efektif dalam upaya pelestarian dan promosi budaya khususnya budaya Dayak. Bupati mengvharapkan semoga dengan adanya kegiatan ini akan lebih mempererat tali persaudaraan antara sesame anak bangsa dan adat budaya dayak yang begitu beragam dapat dikenal dan dilestarikan di bumi Indonesia.
“Saya atas nama pemerintah Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat sangat memberikan apresiasi, dukungan serta perhatian penuh bagi penyelenggaraan kegiatan ini. Semoga hal ini akan memberikan kontribusi positip bagi upaya pengembangan budaya daerah yang pada akhirnya akan membentuk budaya dan jati diri bangsa kita menjadi lebih kuat,” paparnya.@ Sumber

Senin, 26 Agustus 2013

Pemerhati : Ribuan Enggang Gading Diburu Tiap Bulan


Pemerhati : Ribuan Enggang Gading Diburu Tiap Bulan


 
Pontianak (Antara Kalbar) - Direktur dan Pemerhati Rangkong Indonesia dari Indonesian Hornbill Conservation Society, Yokyok Hadiprakarsa memperkirakan sekitar 100-2.000 ekor enggang gading diburu setiap di Kabupaten Melawi, Sintang, dan Ketapang di Kalimantan Barat setiap bulannya.

"Harga yang diiming-imingi ke warga, membuat populasi satwa dilindungi itu kian memprihatinkan," kata Yokyok Hadiprakarsa saat dihubungi di Pontianak, Senin.

Menurut dia, di blok hutan Kabupaten Ketapang, keberadaan enggang gading semakin sulit dijumpai dalam tiga tahun terakhir.

Pembeli mengiming-imingi warga hingga Rp9 juta. Harga paruh enggang gading, dijual antara Rp50 ribu - Rp80 ribu per gram. Sementara kepala enggang sendiri, berkisar sekitar 95 - 120 gram.

"Harga juga tergantung dari kualitas paruh," kata Yokyok Hadiprakarsa yang akrab dipanggil Yoky itu.

Ia melanjutkan, berdasarkan informasi dari masyarakat, hasil tangkapan itu dijual ke Kemangai dan Serawai atau langsung dibawa ke Pontianak dan Malaysia. Kemudian, dijual ke pasar internasional seperti Singapura.

Ia yakin, harga di pasar internasional sudah tinggi, jauh di atas yang ditawarkan ke warga. Sementara warga Kalbar, selaku pemburu, mendapat nominal keuntungan paling kecil. Perekonomian masyarakat daerah pun tidak membaik dengan memburu enggang gading.

"Perbandingan keuntungan tersebut semakin jauh tidak sesuai dengan dampak penyusutan populasinya," katanya menegaskan.

Ia menjelaskan, membunuh seekor enggang gading sama artinya dengan membunuh dua ekor karena satwa tersebut tidak mampu bertahan hidup tanpa pasangannya.

Berdasarkan catatan Indonesian Hornbill Conservation Society dan Yayasan Titian, aparat di Kalbar telah melakukan penyitaan dengan jumlah 716 kepala enggang gading.

Sementara itu, kasus perdagangan paruh burung enggang gading di Pontianak sudah bergulir ke meja hijau sejak 11 Juli 2013. Terdakwa, Among, pada persidangan kelima, 20 Agustus lalu, oleh Abdul Samad selaku Jaksa Penuntut, dituntut lima bulan penjara dan denda Rp10 juta.

Niken Wuri Handayani, Koordinator Pengendali Ekosistem Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalbar, mengatakan, kejahatan seperti dilakukan telah melanggar peraturan tentang perdagangan hewan-hewan langka seperti termaktub dalam UU No 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Ia mendesak pelaku agar dikenakan sanksi berat untuk memberi efek jera bagi pelaku lainnya.

Project Leader Sintang - Melawi, WWF Indonesia Program Kalbar, Rudi Zapariza mengungkapkan, banyak yang tidak sadar dengan fungsi dari enggang gading di alam. Penyusutan populasi akan berakibat ke lingkungan karena fungsinya sebagai hewan penyebar benih di hutan.

"Jika populasinya berkurang, maka pertumbuhan benih pohon hutan juga semakin lambat," ujar dia.

Sedangkan hutan merupakan sumber penghidupan bagi masyarakat bahkan satwa di dalamnya serta menyumbangkan oksigen terbesar bagi manusia.sumber : http://kalbar.antaranews.com

Selasa, 02 Juli 2013

Gila! 10 Peserta KSK Tembus Ketapang-Sandai 11 Jam

Ketapang – Komunitas sepeda Ketapang (KSK) sukses melakukan touring wisata Rute Ketapang-Sandai sejauh 140 Km ini hanya di tembus waktu tempuh 11 jam.
Ketua KSK Ketapang Salamuddin mengatakan, Sabtu (23/6) kemarin, sebanyak 10 orang peserta yang tergabung dalam KSK melakukan taoring rute Ketapang-Sandai sejauh 140 kilometer dengan hanya memakan waktu tempuh 11 jam.
“Kami menempuh jalur tengah melewati trek menantang adrenalin dengan tanjakan dan turunan yang seru, juga melalui perkampungan dan perkebunan,” kata Salamuddin Selasa (25/6).
Salamuddin mengungkapkan, keberhasilan menempuh jarak 140 kilometer dengan hanya 11 jam dibutuhkan latihan teratur, teknik tanjakan dan turunan dan di dukung dengan peralatan atau sepeda yang prima serta memenej tenaga antara kecepatan dengan jarak tempuh serta melihat tingkat kesulitan jalan yg di lalui para peserta.
“Kami di katakan orang-orang yang betemu kami dijalan, katanya kami orang gila, masak dari Ketapang ke Sandai pakai sepeda,” ujar Salamuddin tertawa.
Ia mengungkapkan, saat peserta KSK melewati Desa Penjawaan, ada pesta perkawinan dikampung tersebut, kami disuruh mampir terlebih dahulu. “Mereka minta foto bareng bersama kami, kami seperti artis saja,” ucapnya berseloroh.
Salammudin, menilai keheranan masyarakat sepanjang rute yang dilintasi 10 peserta sepeda KSK ini sesuatu hal yang wajar, karena fenomena ini jarang mereka saksikan dan merupakan sesuatu yang aneh. “Ini baru pertama kalinya kami bisa tembuh hanya 11 jam saja, medan Ketapang-Sandai ini medan berat, karena kondisi jalanya rusak,” jelasnya.
Salamuddin mengungkapkan, para peserta dalam perjalanan juga melakukan istirahat untuk makan dan minum, setelah istirahat peserta kembali melakukan perjalanan ke Sandai.
“Kami melakukan Start dari bundaran Ale-Ale Ketapang, dan finish di Kota Sandai,” pungkas Salamuddin (Jay/PK) sumber: http://www.equator-news.com

Kamis, 27 Juni 2013

Ketapang Expo 2013, Stan Manis Mata, dari Makanan hingga Batu Kecubung

Manis Mata, dari Makanan hingga Batu Kecubung

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Tak banyak yang mengetahui keberadaan kerupuk basah produksi Manis Mata, Ketapang. Selama ini makanan yang diolah dari ikan sungai tersebut identik dengan kekayaan pangan Kapuas Hulu.
Satu persatu jenis makanan diperlihatkan oleh penjaga stan Kecamatan Manis Mata yang digabung dengan Air Upas di Stan Ekspo Ketapang 2013. Mulai dari produk makanan olahan seperti kerupuk basah hingga sarang semut yang dipercaya adalah obatan herbal yang sangat banyak manfaatnya untuk tubuh.
Salmon, penjaga stan menuturkan Kecamatan Manis Mata banyak memamerkan baik hasil olahan makanan ataupun hasil alam seperti batu kecubung, sedangkan Air Upas dengan ragam hasil kerajinan tangan produksi masyarakat.
"Dari Manis Mata lihat sendiri ada banyak batu kecubung untuk cincin atau lainnya, ada makanan mulai dari ubi imbah, jamur sawit, atau sarang semut dari air upas, makannya direbus pakai air, untuk kesehatan," kata Salmon.sumber : http://pontianak.tribunnews.com/

Sabtu, 22 Juni 2013

Ketapang Expo 2013 Resmi Dibuka

Pengirim : andy candra
Tanggal : 22 June 2013, 12:24 am


Ketapang expo 2013 yang diikuti sebanyak 56 peserta dibuka Bupati Ketapang, diwakili Sekda Ketapang, Drs H.Andi Djamiruddin M.Si, Jum'at (21/6) sore. Pembukaan pameran pembangunan dalam menjembatani informasi pelayanan SKPD ke masyarakat, ditandai dengan pengguntingan pita stand Bappeda oleh Sekda Ketapang didampingi para asisten Sekda dan Muspida Ketapang.


Menurut Hj.Ir.Nurwanti MM, Ketua Panitia Ketapang Expo 2013 bahwa kegiatan ini diikuti 56 peserta yang terdiri, stand sekretariat daerah, dinas/badan/kantor, kecamatan, BUMN/BUMD, PKK,swasta, UKM dan lain-lain. Selain itu disebutkan juga beberapa kategori penilaian dalam menjaring pemenang.
Kabag Perekonomian Setda Ketapang menguraikan bahwa Ketapang Expo 2013 salah satu tujuannya untuk mempromosikan pelayanan yang dilakukan SKPD kepada masyarakat. Sehingga selain menghibur, masyarakat juga mengetahui potensi yang ada di daerah ini. "Selain pameran, pada malam hari juga digelar sejumlah hiburan dan lomba, salah satunya lomba Jepin Melayu yang dilakukan Dinas Budparpora Ketapang," ujar Nurwanti.
Sementara itu, Bupati Ketapang diwakili sekda Ketapang, Drs H.Andi Djamiruddin M.Si dalam arahan tertulisnya mengatakan Ketapang Expo 2013 merupakan wujud respon positip dari pemerintah daerah, dalam rangka memberikan informasi pelayanan publik yang dilakukan oleh SKPD ke masyarakat, maupun sebagai ajang hiburan dan sebagai ajang promosi mengenai perkembangan daerah Kabupaten Ketapang.
"Sebelum saya melanjutkan sambutan ini bahwa dalam rapat akhir fraksi di DPRD beberapa waktu yang lalu, ada teguran dari salah satu fraksi agar Pameran Ketapang Expo tidak dilaksnakan pada lokasi pentas seni budaya pendopo, dengan pertimbangan berdampingan dengan pendopo Bupati," kata Bupati Ketapang, melalui Sekda Ketapang.
Dilanjutkan Sekda Ketapang, Namun pada saat teguran itu disampaikan proses pembangunan stand sudah mulai berlangsung, sehingga kegiatan ini tetap dilaksanakan. Koreksi ini akan menjadi evaluasi bagi pemerintah daerah. Untuk tahun depan mencari tempat yang lebih strategis guna pelaksanaan Ketapang Expo.
"Perlu saya tegaskan juga bahwa kegiatan Ketapang Expo tidak ada kaitannya dengan kegiatan politik, terutama menjelanng pemilihan legislatif pada bulan April 2014 yang akan datang," ujarnya.
Bupati melalui Sekda Ketapang menghimbau agar masyarakat Kabupaten Ketapang untuk tidak terpancing dengan berbagai isu yang tidak jelas dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Mengingat Kabupaten ketapang hingga saat ini dalam keadaan kondusif.
Diharapkan pameran Ketapang Expo 2013 ini, tidak hanya semata sebagai media informasi dan promosi saja. Tetapi harus dapat dimanfaatkan, dan dikembangkan untuk membangun kerjasama antar instansi, pelaku ekonomi, dan mitra kerja lainnya. Dalam rangka menunjang peningkatan perekonomian daerah Kabupaten Ketapang.
Selain itu, Ketapang Expo harus menjadi salah satu sarana bagi unsur Pemerintah Daerah, pelaku usaha, BUMD, BUMN, Lembaga kemasyarakatan, terutama pengusaha kecil dan menengah (UKM), dan semua lapisan masyarakat, agar mengetahui berbagai potensi yang dimiliki, terutama sumber daya alam, yang ada di Kabupaten Ketapang.
Bupati Ketapang melalui Sekda juga berharap untuk menjaga stand harus benar-benar profesional, dalam menjawab pertanyaan pengunjung, sehingga tidak terjadi multi tafsir terhadap bidang tugas masing-masing peserta pameran.Seluruh peserta pameran agar tidak membongkar stand setelah acara penutupan nanti pada tanggal 30 juni 2013. Karena akan dilanjutkan dengan kedai Ramadhan. Namun kita tidak menutup kedai-kedai Ramadhan yang sudah ada diluar pentas seni budaya ini.
"Saya berharap bersainglah secara sehat, untuk membuka kedai Ramadhan. Apapun yang dapat dilepas setelah pameran adalah data-data, foto kegiatan, atau pun barang-barang elektronik yang dibawa dari masing-masing peserta pameran," tuntasnya.@ sumber : http://www.humas.ketapang.go.id

Senin, 27 Mei 2013

Muspida Resmikan Restoran Siap Saji Bertaraf Internasional

RESTORAN cepat berjaringan internasional pertama di Indonesia, Kentucky Fried Chicken (KFC) mengembangkan bisnisnya di Ketapang. Pengguntingan pita oleh Dandim 1203 Ketapang didampingi Kepala Kejaksaan Negeri, Kepala PN Ketapang, Ketua DPRD Ketapang dan Kabag ops Polres Ketapang, menandakan restoran cepat berjaringan internasional resmi hadir di Kota Ale-Ale. 

Restoran siap saji bersertifikat internasional ini mulai beroperasi pada hari Senin, tanggal 20 Mei 2013 bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan nasional tahun 2013. KFC Ketapang Kalimantan yang terletak di Jalan DI Panjaitan, persisnya di samping Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang atau depan RSUD dr Agusdjam Ketapang diharapkan menjadi restoran favorit kawula muda dan keluarga Kota Ketapang. Sebagai restoran berslogan Jagonya Ayam, KFC selalu menggunakan daging ayam dengan kualitas unggul. Pelayanan terbaik kepada pelanggan tetap menjadi skala prioritas. Karena itu selain melayani pelanggan yang mengkonsumsi di di restoran,juga dipersiapkan pelayanan khusus, produk langsung diantar ke pembeli. Seperti, produk pesanan langsung diantar ke mobil, tanpa harus pembeli turun dari mobilnya.@ sumber : http://humas.ketapang.go.id/

Sabtu, 23 Maret 2013

Wajah Ketapang dalam Bingkai Foto (Pameran Photograpi)


TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Setelah sempat vakum dua tahun terakhir, Kayong Photograpi Club (KPC) berencana menampilkan pameran karya foto di lapangan Sepakat Ketapang pada Sabtu (30/3/2013) malam. 

Pameran direncanakan berbarengan dengan kegiatan Bengkel Seni Fisip Untan dilokasi yang sama. Ketua KPC, Irman menuturkan tema pameran foto kali ini adalah landscape Ketapang. Katanya lebih dari 30 anggota KPC akan masing-masing akan menampilkan satu karya foto terbaiknya.

"Kita ingin memperlihatkan wajah Ketapang melalui karya-karya foto, sekaligus sebagai tanda bahwa organisasi kembali eksis dan berbagi wajah Ketapang kepada masyarakat,"ujarnya kepada Tribunpontianak.co.id, Sabtu (23/3/2013)

Kata Irman, setelah dibentuk lima tahun lalu KPC, sempat akum dua tahun terakhir. Setelah sebelumnya sempat melakukan agenda serupa yakni berupa kegiatan sosial maupun pameran karya.

Ia menambahkan, pameran merupakan wadah bagi anggota untuk menyalurkan hobi, agar tak hanya dinikmati sendiri ataupun melalui jaringan ubersosial melalui dunia maya.

"Jadi tidak hanya sekadar disimpan di memori saja, tapi juga agar masyarakat dapat menikmati,"katanya

Ia juga mengajak agar masyarakat tak segan untuk bergabung di KPC, namun khusus pameran, menurutnya hanya khusus untuk anggota KPC yang dapat menyuplai karya untuk dipamerkan.

Sementara itu, Anggota KPC Ratih Nuraini mengakui ikut komunitas seperti ini memberinya pengetahuan baru tentang dunia fotografi. Sekaligus sebagai wadah positif dibanding sekedar kumpul-kumpul tanpa arah yang jelas.

"Teman bertambah, pengetahuan juga bertambah, sekarang lagi nyoba nyari foto di Taman Kota untuk pameran ini," ujar siswi kelas XII MAN Ketapang ini

Penulis : novi saputra
Editor : Arief

Minggu, 10 Februari 2013

Lomba Gasing dan Menampik Beras Meriahkan Pentas Seni Budaya Dayak

KETAPANG (HUMAS) -- Memasuki hari ketiga Pentas Seni Budaya Dayak dan Pameran Dewan Adat Dayak Kabupaten Ketapang tahun 2013, kian semarak. Mulai dari Minggu pagi (10/2) digelar lomba olahraga tradisional di kompleks pentas budaya pendopo. 

Lomba yang dipertandingkan diantaranya lomba gasing, becuncong, menampik beras, sumpit, tengkuyong berambeh, dan lain-lain. Peserta yang ambil bagian cukup antusias. Apalagi lomba seperti ini cukup jarang dilaksanakan dalam event tingkat Kabupaten Ketapang. Akan tetapi, olahraga ini berkembang ditengah masyarakat. 
Sementara itu, pameran hasil kerajinan khas Dayak yang diikuti DAD Kecanatan semakin ramai dikunjungi warga. Ribuan warga setiap hari memadati kompleks "istana rakyat". Kesemarakan pentas seni budaya Dayak dan pameran DAD Kabupaten Ketapang tahun 2013 semakin terasa dengan pentas seni budaya pada minggu malam. Tak hanya tarik suara dengan lagu-lagu khas Dayak, dan seni budaya yang dimodifikasi sehingga menjadi cukup menghibur. Akan tetapi, pada pentas seni budaya ini, DAD kecamatan menampilkan kemampuan mereka secara maksuimal. Salah satunya penanpilan tari dari Kecamatan Manismata. Dimana para ibu dari penabuh musik sampai ke penari ini tampil luar biasa. Personilnya yang terdiri dari para manula ini tetap semangat ambil bagian memeriahkan pentas seni.Demikian juga penampilan dari kecamatan lainnya, termasuk ditampilkannya musik senggayong. Dimana, ritual senggayong yang biasa dilakukan pada musim buah ini juga menyemarakkan kegiatan di kompleks pendopo Bupati ketapang. Ruitual Senggayong dimainkan tujuh orang dengan alat musik dari bambu. Menutup pentas seni dan budaya di malam ketiga, alunan lagu "Kayu Ara" terdengar merdu. Kemeriahan pentas seni dan budaya akan kembali semarak pada Senin malam. Dimana, pada malam penutupan ini tak hanaya diisi dengan hiburan. Tetapi sekaligus juga dengan pengumuman dan penyerahan hadiah dari lomba yang dilakukan. (HUMAS) 
sumber : http://humas.ketapang.go.id

Rabu, 19 Desember 2012

Liburan! Yuk ke Ketapang


TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Menjelang akhir tahun yang identik dengan musim liburan bagi masyarakat, Kepala Dinas Budaya Pariwisata Pemuda dan Olahraga Ketapang, Yudo Sudarto mengajak masyarakat untuk berkunjung ke objek-objek wisata yang terdapat di Ketapang ini.

"Yang merasa orang Ketapang, jangan liburan keluar, karena banyak tempat yang cantik didaerah kita," ujarnya kepada Tribunpontianak.co.id, Senin (17/12/2012)

Saran yang sama juga Ia berikan kepada warga luar Ketapang, menurutnya banyak tempat cantik dan eksotis di Ketapang yang layak dijadikan referensi menikmati akhir tahun. 

"Kita punya wisata mincing di Pulau Sawi ataupun Pantai Tanjung Belandang, dan masih sangat banyak lagi pantai lainnya,"ujarnya

Ia menambahkan, dalam rangka menyemarakkan perayaan akhir tahun, Pemkab melalui Dinasnya telah menyiapkan event besar berupa kontes dangdut dengan juri yang didatangkan langsung dari Ibu Kota.

"Sekarang saja kurag lebih yang daftar sudah 100 orang," tambahnya

Penulis : novi saputra
Editor : Bowo

Minggu, 02 Desember 2012

Festival Penyanyi Dangdut Se-Ketapang Segera Digelar



Pencinta musik dangdut punya kesempatan untuk meramaikan festival penyanyi dangdut se-Ketapang.Festival akan digelar di pentas hiburan rumah dinas Bupati Ketapang pada tanggal 27-30 Desember 2012. Sebelum festival dimulai, calon peserta akan melalui proses audisi yang ditest oleh Kriwel. Pada final festival, penilaian akan dilakukan juri lokal ditambah artis dangdut seperti Ikke Nurjanah, Tommy Ali, dan Maya KDI. 

Kepastian akan dilaksanakan Festival Dangdut Se-Kabupaten Ketapang terungkap dalam pertemuan panitia yang dipimpin langsung Bupati Ketapang, Drs Henrikus M.Si, didampingi Wakil Bupati Ketapang, Boyman Harun SH, Sekda Ketapang Drs H.Andi Djamiruddin M.Si dan Asisten III Setda Ketapang, Hj.Normaniah S.Sos. 
Bupati Ketapang mengarahkan dalam mengembangkan bakat seni tarik suara ini, hadiah dipersiapkan cukup menarik. Karena itu panitia mempersiapkan uang pembinaa untuk pemenang pertama putra dan putri sebesar Rp 10 juta, pemenang kedua Rp 7 juta, pemenang ketiga Rp 5 juta. Harapan I Rp 3 juta, harapan II Rp 2 juta, dan harapan III Rp 1 juta. Nantinya, peserta pria di wajibkan membawakan lagu berjudul Cinta hitam dari Meggy Z. Sedangkan lagu pilihan diantaranya Cinta Sampai disini (Mansyur S), Sudah Tahu Aku Miskin (Muchin Alatas), Maya (Mocsin Alatas), Masih Adakah Cinta (Latif Khan), dan Sisa-Sisa Cinta (Ona Sutra). Sedangkan lagu wajib peserta wanita adaah Iming-iming dari Rita S. Lagu pilihannya,Selalu Milikmu (Ikke Nurjanah),Senyum dan Hatimu (Ikke Nurjanah),Pria Idaman (Rita S), Cinta Berpayungkan Bulan (Rita S) dan Jangan Marah (Rita S). 
Menurut Syahran, humas festival dangdut se-Ketapang, bahwa dalam rapat yang dipimpin Bupati dan Wakil Bupati Ketapang, disepakati syaray lomba diantaranya peserta berdomisili di Kabupaten Ketapang. Usia 18-30 tahun. Dimana dalam pendaftaran di Dinas Budparpora Ketapang (1-15 Desember 2012) harus melampirkan foto copy KTP, ijazah, atau identitas lain. "Bagi pemenang lomba mesti bersedia menjadi penyanyi pendopo entertaiment," kata syahran, yang juga Reporter Renita FM. 
Dalam lomba nantinya, panitia lomba memilih 60 peserta yang terdiri dari 30 putra dan 30 putri melalui audisi. Penyanyi lolos berhak untuk mengikuti lomba pada tanggal 28-30 Desember 2012, bertempat di pentas hiburan Rumah Dinas Bupati Ketapang. Sebelumnya, dilakukan audisi pada tanggal 16-18 Desember 2012 bertempat di ruang rapat Kantor Bupati Ketapang."Pengumuman lulus audisi pada tanggal 19 Desember 2012,dan Technical Metting Pada tanggal 20 Desember 2012," papar Syahran. 
Lebih lanjut, ia menguraikan pengambilan nada bagi yang lulus pada tanggal 21-22 Desember 2012 di pendopo Bupati Ketapang. Setelah tahapan tersebut dilalui, dalam babak penyisihan peserta hanya membawakan satu lagu wajib.sedangkan babak final di wajibkan membawakan satu lagu wajib dan satu lagu pilihan, khusus lagu pilihan peserta memilih satu lagu diantara lima lagu pilihan yang sudah ada dengan cara acak atau diundi pada waktu tampil di atas pentas.@
sumber : http://www.humas.ketapang.go.id/berita_full.php?vN=1710

Sabtu, 03 November 2012

Kejurda IOF Kalbar tahun 2012 di Ketapang



KETAPANG -- Sekitar 60-an offroder dari Kalbar dan Kalteng diagendakan akan meramaikan Kejuaraan Indonesian Off Road Federation (IOF) tahun 2012 yang di helat di Ketapang 16-18 November 2012. Sebelum meramaikan lomba pada 17-18 November 2012 di Pantai Tanjung Baru, maka pada hari Jum'at, (16/11). pukul 14.30 WIB, para offroader akan meramaikan kantor Bupati Ketapang untuk dilakukan pelepasan oleh Bupati Ketapang. 

Setelah dilepas Bupati Ketapang, kemudian roling menuju Pantai Tanjung Batu. Dimana, route roling antara lain Start Kantor Bupati Ketapang, belok kiri Jalan S.Parman-jalan Dr Sutomo-Jalan Merdeka- Jalan MT Haryono (Bundaran Tsanawiyah belok kiri) - jalan S.Parman - Jalan Sutoyo - Jalan Transito- Jalan Gajahmada - Jalan R.Soeprapto-Jembatan Pawan 1 dan finish di Pantai Tanjung Batu.
Kepastian akan dilakukan Kejurda Indonesian off road Federation Kalbar tersebut terungkap dalam pertemuan tim pelaksana kejuaraan offroad dengan Kapolres Ketapang, yang diwakili Kabag Ops dan Kasat Samapta Polres Ketapang, Jum'at (2/11) pagi.
Tim pelaksana yang hadir dalam pertemuan itu diantaranya H.Dennery, H.Alimuddin SH, MH, Subrata, Uti Rushan, Candra Kasdani, dan lain- lain. Sementara Kapolres Ketapang diwakili Kabag ops, Kompol Mario cristy Siregar, S.ik dan Kasat Samapta AKP Alfan. Dalam penjelasannya, H.Dennery menerangkan bahwa off road sebagai bentuk kegiatan otomotif yang penuh tantangan dan berlatar belakang alam yang memiliki potensi wisata dapat dijadikan sarana promosi dan pengenalan.Olahraga off road di Indonesia merupakan olahraga yang banyak menyedot pengunjungnya karena olahraga ini merupakan olahraga yang menantang dan mengasyikkan untuk dinikmati.
Dipilihnya Tanjung Batu sebagai arena offroad, karena countur yang sangat lengkap dan merupakan arena terbaik yang dimiliki Kalimantan Barat. Lokasi ini juga sudah disurvey IOF Pengda Kalbar.
"Kejuaraan ini sebagai wadah evaluasi pembinaan offroader Kalimantan Barat dan seleksi menuju kejuaraan nasional di Palembang," terang H.Dennery didampingi H.Alamuddin SH MH ketika di Polres Ketapang.
Kejurda IOF yang dilaksanakan Indonesiaa off road federation pengcab Ketapang bersama J4WD Rock tujuannya sebagai hiburan untuk masyarakat serta menunjang prospek wisata Kabupaten Ketapang. Adab pun peserta yang ambil bagian, diperkirakan sekitar 60-an peserta, diantaranya; Ketapang 15 peserta, Pontianak 5 peserta, KKR 6 peserta, Singkawang 10 peserta, Landak 10 peserta, Sambas 5 peserta, Bengkayang 3 peserta, dan Kalteng 5 peserta.
Pada saat kegiatan peserta akan menginap di lokasi acara. Walaupun demikian, sebelum dan sesudah kegiatan, panitia mengarahkan menginap di hotel Aston, hotel murni, hotel Aorta dan hotel Patra 2. Dalam kejuaraan itu akan digunakan peraturan dari IOF dan peraturan pelengkap dari panitia. Dimana SCS terdiri dari 6 SCS (spesial competition stage) setiap kelasnya.adapun kelas yang dipertandingkan adalah Kelas open (Winching) dan Kelas standart (non winching dan locker).
Dalam kaitan pengamanan dalam lomba, dibentuk juga seksi keamanan yang dikoordinasikan dengan pihak kepolisian dengan personil 15 orang.Keamanan panitia 20 orang di track. Keamanan kepolisian 15 orang
Polantas 4 orang. Dalam track (SCS), nantinya Setiap SCS (special competition stage), diketahui Lebar SCS: 2-2,5 meter, Panjang SCS: 100 meter dalam bentuk melingkar. Untuk keamanan penonton dibatasi dengan penonton, dengan pita SCS; 5-10 meter yang dijaga keamanan panitia setiap scs 10 orang.
Kapolres Ketapang, melalui Kabag ops Polres Ketapang, Kompol Mario Cristry Siregar S.Ik, mendukung adanya kejuaraan IOF Kalbar. Kejuaraan otomotif diharapkannya, faktor keamanan menjadi perhatian. Ia berharap, kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan lancar. @ 

Selasa, 30 Oktober 2012

Hari Jadi Ketapang Ditetapkan 11 Maret 1418

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Ketua DPRD Ketapang Kalimantan Barat Gusti Kamboja mengatakan, ditetapkannya hari jadi Ketapang secara bersamaa oleh DPRD dan Pemkab Ketapang, merupakan indikasi pemerintah daerah pada diskursus tentang eksistensi sebuah peradaban dan sejarah sosialnya. 

"Penetapan hari jadi Ketapang tidak hanya melahirkan kepastian sejarah lokal tetapi juga social kewajaran sejarah, dan lebih dari itu memunculkan semacam kepercayaan dari masyarakat Ketapang dengan identitas lokalnya," kata Gusti Kamboja Selasa (30/10/2012).

Pada proses pencarian kepastian sejarah telah banyak pihak yang melibatkan diri, mulai dari pemerintah, pemerhati kebudayaan, sejarawan, akademisi, tokoh masyarakat dan berbagai pihak lainnya. 

Beberapa kegiatan pun telah dilakukan mulai, dari diskusi, seminar dengar pendapat. Dukungan ini telah diberikan kepada para pihak, mulai dari tokoh masyarakat, seluruh anggota DPRD Ketapang dan bupati.

"Dalam penetapan hari jadi kota Ketapang, didasarkan pada prasasti nisan, Makam Keramat Sembilan di Negeri Baru yang beratrikh pada tahun 1340 Saka atau 1418 masehi, dan merupakan prasasti sejarah tertua yang ditemukan di Kalimantan Barat." Katanya.

Penulis : Ali Anshori
Editor : Bowo

Sabtu, 13 Oktober 2012

Pesona Bukit “Unta” Ketapang


Bentuknya Seperti Pundak Unta

KETAPANG – Selain kaya akan bahan tambang, Kabupaten Ketapang ternyata juga kaya akan pesona wisata. Salah satunya adalah Bukit “Unta” di Kecamatan Sungai Laur. Dinamakan Bukit “Unta” karena bentuknya yang mirip pundak unta.
Kepala Dinas Pariwisata Ketapang Yudo Sudarto mengatakan Bukit “Unta” adalah nama lain dari Bukit Batu Daya. Disebut batu daya karena sering memperdaya pandangan.
Dikatakannya bila dilihat dari tempat yang berbeda maka bentuknya juga akan berbeda. “Bukit ini berdiri kokoh, bila kita berlayar dari Pontianak atau Pulau Karimata, maka Bukit Batu Daya ini tampak menonjol pada gugusan Gunung Palung, karena bentuknya yang kokoh bersegi seperti gantang, yaitu takaran padi,” jelasnya.
Ia mengungkapkan bukit ini terletak antara perbatasan Kecamatan Sungai Laur, Simpang Hilir, dan Sukadana. Termasuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Palung (TNGP). Banyak wisata yang bisa dilakukan di Bukit Batu Daya, antara lain penelitian, mendaki bukit, mandi, dan berenang di sungai kecil dengan air yang sangat bersih serta menikmati view dengan pemandangan yang indah.
“Bukit ini terkenal terjal dan berbatu. Seorang pemanjat tebing dari Universitas Indonesia Jakarta meninggal karena jatuh dari bukit ini. Di kalangan pemanjat tebing (rock climber), bukit ini sudah begitu terkenal. Sayang letaknya agak jauh dari Kota Ketapang,” ungkapnya.
Meski menarik, namun tempat wisata tersebut belum tersedia fasilitas penunjang seperti hotel, penginapan, dan transportasi belum begitu lancar ke lokasi. Tetapi bagi wisata minat khusus, hal ini tak bermasalah. Soalnya sepanjang waktu bisa saja berkunjung ke daerah ini.
“Secara umum, waktu yang terbaik untuk berkunjung di sana bulan November sampai bulan Mei, pada musim kemarau pemandangan yang indah kurang terlihat jelas karena Bukit Batu Daya diselimuti kabut yang cukup tebal,” jelasnya.
Untuk menuju daerah ini dapat menempuh jalur darat melalui Rasau Jaya (Pontianak). Kemudian menumpang speedboat selama tiga jam hingga ke Teluk Melano ibu kota Kecamatan Simpang Hilir. Dari Telok Melano menuju Desa Perawas (Desa Batu Barat) atau Desa Matan. Dari desa ini keangkuhan gunung Bukit Batu Daya ini sudah terlihat.
“Untuk menuju lokasi dapat menggunakan ojek sepeda motor atau menumpang truk pengangkut kayu yang sering menuju ke lokasi ini. Apabila menggunakan pesawat dari Pontianak menuju Ketapang ditempuh kurang-lebih 40 menit. Kemudian dari Ketapang menuju Melano dengan kendaraan roda empat sekitar tiga jam,” tuntasnya. (KiA)

Rabu, 26 September 2012

Objek Wisata Riam Pembunuhan







foto  diambil dari blog : http://heri-blogger.blogspot.com  ,  dianpemuda.wordpress.com , yudosudarto.blogspot.com
Ketapang – Kurang-lebih 50 km dari arah Kota Ketapang menuju ke Tumbang Titi, tepatnya di Desa Sungai Melayu, Kecamatan Melayu Rayak, akan menemukan objek wisata air terjun yang bernama Riam Pembunuhan.
Riam Pembunuhan dikelola Yohanes Erlangga, 23, anak dari Yohanes Pensi, 63, yang merupakan pengelola sebelumnya.
Objek wisata riam ini cukup luas dengan pemandangan air terjun dan suasana alam yang sangat indah, teduh, sejuk, dan nyaman serta masih sangat alami.
“Pengelolaan objek wisata riam ini sudah dimulai sejak 2003. Biaya pengelolaan masih murni biaya pribadi. Sehingga dalam pengelolaannya secara perlahan tapi pasti. Selain memanfaatkan hasil dari biaya masuk objek, kita juga masih mengandalkan dana dari penyewaan pentas untuk hiburan musik,” ungkap Yohanes Erlangga.
Selanjutnya Yohanes menambahkan, di objek ini sengaja dibuatkan pentas dengan maksud untuk menarik minat pengunjung. Karena di samping berwisata pengunjung juga dapat menyaksikan hiburan musik yang biasa digelar tiga bulan sekali.
“Untuk biaya sewa pentas sebesar tiga juta rupiah per hari. Sedangkan untuk biaya masuk kita hitung per kendaraan untuk motor Rp 10 ribu dan untuk mobil Rp 25 ribu, sedangkan untuk pejalan kaki dua ribu rupiah per orang,” perincinya.
Dikatakannya, objek ini memang masih perlu banyak pembenahan, seperti portal untuk lintas masuk objek, tempat duduk, dan pondok santai yang lebih memadai serta fasilitas rumah makan dan minum.
“Lonjakan pengunjung terbesar di objek ini pada saat hari raya, baik itu Lebaran ataupun Natal. Sementara untuk hari biasa pengunjung ramainya hari Sabtu dan Minggu. Kalau kita totalkan sekitar 100-200 orang pengunjung per minggu,” kata dia. (KiA)  Sumber  : http://www.equator-news.com

Rabu, 12 September 2012

Bendera Merah-Putih Berkibar di Pulau Gambar


KETAPANG – Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Ketapang, Sabtu (8/9) lalu melakukan investigasi ke Pulau Gambar. Tujuannya untuk mengetahui secara langsung isu nasional terkait penjualan pulau gambar melalui iklan island for sale di situs www.privateisland.com.

Suasana-pulau-gambar.jpg
Kabid Pesisir Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Ketapang Heri Handoyo yang ikut dalam rombongan mengatakan rombongan yang terdiri dari empat orang dipandu Kepala Dusun Cempedak. Untuk mencapai ke Pulau Gambar, rombongan berangkat Jumat sore dari Kendawangan menggunakan motor nelayan kurang lebih 3,5 jam perjalanan. Rombongan sempat bermalam di Pulau Cempedak sehubungan waktu sudah petang ditambah cuaca kurang baik.
“Keesokannya sekitar pukul 04,50, kami meneruskan perjalanan selama kurang lebih 2,5 jam dari Pulau Cempedak lokasi tujuan, yakni Pulau Gambar dengan menggunakan motor air. Namun motor air tidak bisa langsung merapat ke pantai karena Pulau Gambar dikelilingi batu sehingga rombongan harus memakai sampan kecil untuk sampai di Pulau Gambar,” ungkapnya.
Sesampainya rombongan ke Pulau Gambar langsung menancapkan bendera merah putih sebagai rasa nasionalisme serta mengukur titik koordinat. Hasilnya diperoleh koordinat Pulau Gambar yakni 2.53.584 LS dan 110.05.488 BT. Luas Pulau Gambar kurang-lebih 3,31 hektare dengan perkiraan panjang 200 meter dan lebar 165 meter.
Posisi Pulau Gambar arah sebelah utara ada Pulau Langau dan arah sebelah timur ada Pulau Gelam. Sementara arah selatan dan barat langsung arah laut lepas. Sementara itu Pulau Gambar sendiri terdiri dari dua pulau kembar yang jaraknya berdekatan dan daratan pulau terdiri dari berbatuan dan sisi arah sebelah utara dan timur ada sedikit pasir pantai juga ada sedikit ditumbuhi pohon jenis pohon pandan dan tumbuhan perdu menyebar di berbatuan dan pantai.
Ia juga mengomentari dari apa yang dilihat secara langsung. Kondisi Pulau Gambar dengan foto yang ada di situs sungguh sangat bertolak belakang. Karena foto yang ada di situs menggambarkan Pulau Gambar itu subur ditumbuhi pepohonan.
Sementara, kata dia, kenyataan di lapangan Pulau Gambar adalah sebuah pulau berbatuan yang tandus, kemungkinan yang ada foto di situs adalah Pulau Langau yang memang pulau itu dikelilingi pohon kelapa dan tampak rimbun.
“Semua gugusan pulau yang ada di sekitar Pulau Gambar tampak indah nan pesona. Wajar saja ada oknum yang iseng mau menjual pulau tersebut. Kalau yang ditawarkan lewat situs seharga 6,8 miliar itu tidak sebanding dengan keindahan yang dimiliki pulau tersebut. Namun sejauh ini pihaknya sudah mengecek baik ke BPN maupun ke Kantor Desa Kendawangan Kiri bahwa Pulau Gambar itu belum ada yang menguasai baik perorangan maupun badan usaha,” ungkapnya. (KiA)  Sumber  :  http://www.equator-news.com

Jumat, 31 Agustus 2012

Makam Raja Tanjungpura Diserbu Pengunjung


KETAPANG – Setiap perayaan Idulfitri, makam Raja-raja Tanjungpura dan Lapangan Sapu Jagad di Desa Tanjungpura Kecamatan Muara Pawan didatangi ribuan peziarah.
“Dari hari pertama sampai kelima Lebaran, dalam satu hari ribuan pengunjung makam Tanjungpura dan Padang Khalwat, paling ramai hari kedua sampai ketiga,” ujar Herlinda, warga Desa Tanjungpura.
Walaupun menuju lokasi ini, peziarah dari Kota Ketapang harus melewati jalan tanah sekitar 30 kilometer bukan menjadi halangan mereka. Selain kondisi jalan tanah yang berdebu dan banyak lubang, serta terik matahari di kawasan gambut yang dilewati. Untuk mencapai kompleks makam Raja-raja Tanjungpura serta Lapangan Sapu Jagad yang terletak di pematang dengan struktur tanah merah ini, sebelumnya warga harus melewati jembatan darurat yang dibuat warga di sekitar Danau Mensubuk.
Satu jembatan panjangnya sekitar 300 meter dan satu jembatan lagi sekitar 50 meter. Untuk melewatinya pengendara sepeda motor harus mengganti biaya pembuatan jembatan masing-masing lima ribu rupiah. Walaupun mencapai kompleks makam Raja-raja Tanjungpura cukup melelahkan, namun setiap kali perayaan Idulfitri, puluhan ribu warga dari berbagai penjuru Ketapang, bahkan tidak sedikit dari Kota Pontianak mengunjungi tempat ini.
Mereka ziarah karena menunaikan niatnya. Tidak sedikit yang yakin dengan Lapangan Khalwat (Lapangan Sapu Jagad), selain berniat dan salat di tanah lapang tempat Syech Al-Magribi bertafakur dan mengajarkan dan menyebar agama Islam. Selain mempunyai nilai historis dalam lembaran penyebaran Islam, lapangan ini juga ada sesuatu yang dianggap “berbeda” dari lainnya. Lapangan tanah merah yang menghadap ke kiblat ini tidak pernah ditumbuhi rumput, serta tak ada daun yang masuk lapangan ini.
“Padahal sekeliling lapangan terdapat pohon-pohon rindang,” ujar Yusuf, salah seorang pengunjung.
Para warga juga mengambil air dari sumur Lapangan Khalwat. Air yang dimanfaatkan juga oleh masyarakat desa untuk kebutuhan air minum, sumurnya tidak pernah kering. Padahal pada musim kemarau Sungai Pawan mengering. Air tersebut juga sangat jernih dan lebih jernih dari air mineral. Air yang diambil dari sumur tempat wudu. Raja-raja dan Syech Imam Al-Maghribi tersebut diyakini punya khasiat bagi yang berniat untuk berobat dengan memanjatkan doa kepada Allah SWT. Mereka juga memanfaatkan air sumur tersebut untuk mandi membersihkan diri.
Pada Idulfitri tahun ini bersamaan juga dengan musim kemarau. Sungai Pawan yang terletak tidak jauh dari makam raja-raja menjadi salah satu tempat warga rekreasi. Karena dasar sungai pasir tersebut saat ini hanya memiliki kedalaman 40-50 cm. Tak pelak lagi, warga memanfaatkan momentum ini untuk mandi di aliran sungai terpanjang kedua di Kalbar ini. Airnya yang bersih juga sangat menyejukkan.
“Mudah-mudah jembatan permanen segera jadi, dari Ketapang mencapai Sungai Kelik, maupun Tumbang Titi dengan menyeberang di Ulak Medang ruas jalan ini paling dekat sekali, kalau Jembatan Mensubuk sudah selesai, kami yang lewat jalan ini sangat terbantu sekali,” ujar seorang warga Nanga Tayap ditemui warung persimpangan jalan Tanjungpura-Ulak Medang. (KiA) sumber : http://www.equator-news.com