Kamis, 21 Februari 2013

Menteri BUMN Tinjau Food Estate di MHS dan Muara Pawan


HUMAS--Setelah melakukan penanaman perdana padi di areal food estate Desa Sungai Jawi, Kecamatan Matan Hilir Selatan pada bulan Desember 2012. Kembali Menteri BUMN Dahlan Iskan melakukan peninjauan food estate secara mendadak ke Ketapang, Kamis (21/2). Selain meninjau tanaman padi yang dikelola konsorsium BUMN di Matan Hilir Selatan, Dahlan Iskan juga meninjau pembukaan kawasan food estate di Desa Suka Maju, Kecamatan Muara Pawan, Didampingi jajaran BUMN, Bupati Ketapang, dan Wakil Bupati Ketapang, rombongan juga meninjau dermaga yang dibangun Pemkab Ketapang di Sungai Sentap untuk mendukung program food estate Desa Sukamaju Kecamatan Muara Pawan. 

Menteri BUMN tiba di Ketapang sekitar pukul 08.30 WIB menggunakan pesawat Avia Star dari Jakarta. Walaupun kunjungan secara mendadak, namun tiba di Bandara Rahadi Osman, kedatangan Dahlan Iskan disambut Bupati Ketapang, Drs Henrikus M.Si dan Wabup Ketapang, Boyman Harun SH. Mantan Dirut BUMN ini sempat kaget dengan disambut langsung Bupati dan Wakil Bupati Ketapang. Dari Bandara Rahadi Osman, Menteri BUMN langsung menuju pendopo Bupati Ketapang. Sekitar 15 menit di pendopo Bupati Ketapang, rombongan langsung menuju Desa Sungai Jawi Kecamatan Matan Hilir Selatan. Menteri BUMN langsung meninjau satu padi di areal food estate yang dikelola konsorsium BUMN. Satu per satu areal penanaman padi didatanginya. Kemudian ditanyakannya kepada pengelola bagaimana kondisi perkembangan tanaman padi. 
Sekitar satu jam berada di lokasi food estate Desa Sungai Jawi, kemudian Dahlan Iskan meninjau pembukaan lahan food estate di areal masyarakat pada Desa Sukamaju, Kecamatan Muara Pawan. 
Dalam perjalanan menuju food estate di Desa Sukamaju, Dahlan Iskan melakukan rapat di mobil dengan jajaran BUMN seperti PT.SHS, PT.Brantas dan lain-lain. Tiba di lokasi masyarakat yang dibuka menjadi food estate di Desa Sukamaju, Dahlan iskan didampingi Bupati Ketapang dan Wakil Bupati langsung meninjau areal yang sedang dibuka menggunakan peralatan berat. Dahlan Iskan menaruh harapan agar lokasi tersebut dapat segera dipersiapkan sistem pengairan sampai ditanami dalam masa dua minggu. Selanjutnya dalam perjalanan menuju dermaga di Sungai Sentap, Menteri BUMN kembali melakukan rapat dengan kepala desa di dalam mobil. Dahlan Iskan sempat meninjau kebun sayur masyarakat, dan berdialog langsung dengan pemilik kebun. 
Kemudian rombongan menuju dermaga di Sungai Sentap. Menteri BUMN juga dialog langsung dengan Bupati Ketapang dan Wakil Bupati dilokasi pembukaan lahan, termasuk melihat pembukaan sawah di lahan pribadi Bupati Ketapang.. "Ternyata Bupati memberikan contoh nyata dalam bertani, tidak sekedar hanya pidato," kata Dahlan Iskan, Menteri BUMN. 
Setelah melakukan peninjauan di lokasi food estate, rombongan kemudian kembali ke pendopo Bupati Ketapang. Setengah jam berada di pendopo Bupati Ketapang, selanjutnya kembali menuju bandara rahadi osman dan melanjutkan perjalanan ke Pontianak menggunakan pesawat Trigana Air. 
Sebelum terbang ke Pontianak, Menteri BUMN mengaku oftimis target 1000 hektar lahan sawah bisa ditanami akan tercapai pada akhir Maret 2013. Secara bertahap akan dapat direalisasikan pembukaan lahan sawah sampai 100 ribu hektar di Ketapang. Ia menjelaskan dari peninjauan di lapangan, diketahui ada padi yang tampak kuning diketahui karena pengaruh dari air yang masuk ke lahan. Namun dengan dilakukan pengeringan lahan, dan diganti dengan air yang baru maka padi yang ditanam bisa tumbuh dengan baik. Disinggung, hasil panen nantinya, ia menilai akan dilihat dalam satu setengah bulan kedepan.sementara itu terkait kedatangan Presiden SBY yang dikabarkan panen perdana pada areal food estate, Dahlan Iskan mengatakan belum dapat dipastikan. Namun Presiden menyambut baik dibukanya food estate di Kabupaten Ketapang. "Sebelum berangkat ke sini, saya juga sudah melapor ke presiden, dia tahu saya berada di Ketapang," ujar Dahlan Iskan. 
Secara terpisah, Upik Rosalina Wasrin Direktur Utama PT Sang Hyang Seri oftimis target 1000 hektar sudah dapat ditanami pada akhir Maret 2013 bisa diwujudkan. Mantan Asisten Deputi Kementerian BUMN Bidang Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) yang menjabat Dirut PT SHS sejak 13 Februari 2012, tersebut menjelaskan pencapaian target akan dilakukan secara bertahap. Dalam kesempatan berbeda, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Ketapang, K.Syamsu Akhyar menjelaskan pembukaan food estate mekanisme pengelolaannya dilakukan oleh PT.SHS. Jika diminta 100 ribu hektar lokasi di Kabupaten Ketapang, pemerintah daerah siap. "Untuk lokasi di sini saja (hamparan lahan Muara Pawan,red) bisa digarap 5000 sampai 6000 hektar," ujarnya. 
Untuk menggarap areal persawahan di Ketapang, dilakukan dengan konsorsium BUMN, dikelola langsung oleh PT Sang Hyang Sri. Dalam pelaksanaan pekerjaanya PT Brantas, Hutama Karya, Indra Karya, dan lainnya. Serta didukung Pelindo, Perusahaan Gas Negara, Pertamina, BNI, Bank Mandiri, PTP XIII, PT Askes. Dalam pembuatan food estate ini, petani tetap memiliki lahan karena Konsorsium BUMN hanya membantu mengelola lahan agar bisa menghasilkan padi secara maksimal. @ 

ANDY CANDRA 
Bagian HUMAS SETDA Ketapang sumber : http://humas.ketapang.go.id

0 komentar:

Poskan Komentar