Sabtu, 13 Oktober 2012

Peternak Ayam Datangi DPRD


AKSI DEMO: Sejumlah peternak ayam daging/potong melakukan orasi di depan Gedung DPRD Ketapang, Senin (8/10) lalu, dalam aksi demi mereka, menyikapi keberadaan PT SIM. ISTIMEWA
KETAPANG – Sekitar 200-an peternak ayam daging/potong melakukan audiensi  ke Gedung DPRD Ketapang, Senin (8/10) pagi. Setelah melakukan orasi di luar pagar DPRD, sekitar pukul 09.30 WIB, sejumlah perwakilan peternak diterima untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada para wakil rakyat. Selain unsur pimpinan dan anggota DPRD, tatap muka dengan perwakilan peternak juga dihadiri langsung Sekda Ketapang Andi Djamiruddin, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Industri Syahrani; perwakilan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak), serta instansi-instansi lainnya. Dialog tersebut tidak hanya mendengarkan permasalahan yang dihadapi para peternak, tetapi juga dalam rangka mencari rumusan solusi terbaik.

Sebelum dilakukan dialog dengan DPRD dan pemerintah daerah, para peternak tersebut menggelar orasi di depan Gedung DPRD. Mereka membawa sejumlah spanduk serta pamflet berisikan tuntutan peternak ayam broiler. Aksi damai mereka mendapat pengamanan ketat dari puluhan anggota Polres Ketapang maupun Polsek Delta Pawan.

Para peternak tersebut meminta agar PT SIM sebagai sebuah perusahaan peternakan, tidak membuat peternak kecil menjadi gulung tikar. Versi para peternak, pihak perusahaan telah menjalankan praktik monopoli. Perusahaan tersebut, menurut mereka, sudah beroperasi dalam delapan bulan terakhir. Mereka juga tidak tahu apakah perusahaan bersangkutan memiliki izin atau tidak.

Sementara lokasi kandang perusahaan tersebut, ditambahkan mereka, berada di beberapa tempat. Akibat aktivitas perusahaan, para peternak kecil ini mengaku kewalahan. Pasalnya, mereka menyebutkan bahwa perusahaan tersebut menjual ayam di bawah harga pasar kepada para peraih. Akibatnya, para peraih langganan peternak lokal semuanya berpindah ke perusahaan tersebut. Akibatnya para peternak merasa dirugikan. Jika peternak kecil ini menjual dengan harga bersaing dengan perusahaan tersebut, maka mereka akan mengalami kerugian yang cukup besar.

"Tolong kami dibina, agar jadi masyarakat yang baik," tegas Maniri, koordinator aksi damai peternak dan pengusaha ayam potong dalam orasinya. Sementara itu, dalam audiensi yang berlangsung di lantai dua Gedung DPRD Ketapang tersebut, terungkap bahwa perusahaan tersebut dalam proses perizinannya, belum lama meminta rekomendasi dari instansi terkait. Artinya, terungkap bahwa perusahaan tersebut beroperasi terlebih dahulu sebelum mengurus perizinan. Kepala Distanak melalui Kabid Peternakan berjanji menindaklanjuti, dengan mempertanyakan  kepada pihak perusahaan akan motivasi perusahaan tersebut hadir di Ketapang. Semestinya, menurutnya, keberadaan perusahaan sama-sama memberikan manfaat kepada masyarakat. “Karena itu akan diupayalan solusinya, bagaimana perusahaan untung, dan asosiasi peternak ayam juga unrtung,” kata dia. (ash/ads)

0 komentar:

Posting Komentar