Selasa, 24 Juli 2012

Warga Resah Anak Jalanan


Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ali Anshori


TRIBUNNEWS.COM KETAPANG,-Anak jalanan yang meminta-minta di simpang lampu merah, Ketapang belakangan ini semakin banyak. Bahkan disinyalir keberadaan mereka dikoordinir oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab yang mencari keuntungan pribadi.
“Kita berharap kepada orang tua jangan melakukan eksploitasi anak demi mencari keuntungan, ini namanya sudah melanggar hak anak, saya berharap kepada pemerintah ataupun aktifis anak bisa memperhatikan masalah ini,” kata pemerhati anak Sahran, kepada Tribun Selasa (24/7).
Sahran megatakan, anak-anak mempunyai hak untuk belajar dan bermain, bukan sebaliknya di eksploitasi demi mencari keuntungan semata. Maka dihari anak ini Sahran berharap kepada pemerintah bisa melakukan pembinaan kepada mereka.
“Keberadaan mereka di jalan raya ini bukan hanya mengganggu masyarakat pengguna jalan, namun juga berbahaya bagi keselamatan mereka, dan tentu saja hak mereka sudah terampas karena harus meminta-minta di jalanan,” kata Sahran.
Sementara itu Alang, warga Ketapang mengatakan, sebelumnya anak-anak jalanan tersebut hanya berani keluar pada malam hari, namun belakangan mereka sudah berani meminta-minta pada siang hari.
“Saya berharap kepada satpol PP segera menertibkan anak jalanan yang ada di Ketapang, keberadaan mereka sudah meresahkan,” kata Alang.
Karyawan Swasta yang bekerja pada bidang jasa ini mengatakan, bukannya dia enggan untuk memberikan sumbangan kepada anak di jalanan. Namun jika uang tersebut disalahgunakan untuk kepentingan yang tak baik maka dirinya tidak akan pernah rela.
“Lebih baik kalau nyumbang dip anti asuhan saja, daripada kepada anak jalanan, terus terang kalau mereka dibiarkan mereka akan semakin banyak, apalagi puasa,” katanya.
Kasat Pol PP Ketapang Edy Junaidi mengatakan, pihaknya sudah seringkali melakukan penertiban terhadap anak jalanan yang kerap meminta-minta di simpang lampu merah RSUD Agoesdjam Ketapang, namun setelah itu mereka kembali lagi.
“Anak-anak tersebut adalah dari Ketapang sendiri yang rumahnya berada di tepi Sungai Pawan, kita sudah seringkali razia kemudian kita kembalikan kepada orangtuanya, namun setelah kita razia mereka kembali lagi, dan kita tangkap ternyata orangnya juga sama,” katanya.
Edy mengatakan, dalam menertibkan anak jalanan tersebut pihaknya tidak pernah melakukan patroli dengan mobil dalmas, sebab jika anak jalanan mengetahui keberadaan petugas biasanya mereka akan lari. “Kami tidak ada istilah patroli, pokoknya kalau ketemu langsung kita tertibkan, teryata yang kita tangkap orang-orangnya sama, itu-itu saja, ini yang terkadang membuat kami sedikit kerepotan,” tandasnya.Source

0 komentar:

Posting Komentar