KERATON KERAJAAN MATAN KETAPANG

Pusat Pemerintahan Kerajaan Matan Ketapang

RUMAH ADAT MELAYU KETAPANG

Salah Satu Pusat Kebudayaan Melayu Ketapang

HUTAN KOTA KETAPANG

Hutan Kota Merupakan Habitat Hewan dan Tumbuhan Asli Ketapang

BUNDARAN ALE-ALE KETAPANG

Bundaran Ale-ale adalah bundaran sekaligun icon Kota Ketapang

PANTAI TANJUNG BELANDANG

Salah satu Objek Wisata yang ada di Ketapang

Kamis, 27 Juni 2013

Wabup Sampaikan Pidato Pelaksanaan APBD Ketapang tahun 2012


Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Ketapang tahun 2012 disampaikan Wakil Bupati Ketapang, Boyman Harun SH di dalam rapat paripurna DPRD Ketapang, Senin 24 Juni 2013). Paripurna dipimpin Ketua DPRD Ketapang, Ir.H.Gusti Kamboja MH dihadiri 21 anggota DPRD Ketapang. Setelah pemyampaian pidato Bupati Ketapang, selanjutnya dilakukan penyerahan berkas kepada pimpinan DPRD Ketapang, untuk dibahas dalam masa mendatang.

Menurut Wakil Bupati Ketapang, penyampaian Raperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2012 dimaksudkan untuk memberikan gambaran umum mengenai realisasi pendapatan, realisasi belanja, realisasi pembiayaan serta pencapaian kinerja keuangan daerah. Khususnya, dalam rangka pelaksanaan program dan kegiatan yang telah dilaksanakan selama tahun anggaran 2012. Diterangkannya bahwa laporan keuangan pemerintah Ketapang tahun 2012 telah dilakukan pemeriksaan oleh BPK RI Perwakian Provinsi Kalimantan Barat. Hasilnya telah disampaikan pada tanggal 11 Juni 2013 dengan pernyataan atau opini wajar dengan pengecuaian (WDP).
Hal ini berarti bahwa secara umum laporan keuangan pemerintah Kabupaten Ketapang tahun anggaran 2012 telah disajikan secara wajar dalam semua hal yang materinya sesuai standar Akuntansi Pemerintahan yang telah ditetapkan. Wakil BUpati Ketapang menyampaikan gambaran umum mengenai realisasi pendapatan, realisasi belanja, realisasi pembiayaan serta pencapaian kinerja keuangan daerah dalam pelaksanaan program dan kegiatan yang dilaksanakan selama tahun anggaran 2012.
Berkaitan dengan bidang pendapatan disampaikan realisasi pendapatan daerah tahun anggaran 2012 sebesar Rp.1.148.126.590.458,18 atau 107,49 persen dari target pendapatan. Realisasi pendapatan daerah tahun anggaran 2012 bersumber dari pendapatan asli daerah, dana perimbangan,dan lain-lain pendapatan yang sah. Realisasi PAD Ketapang TA 2012 sebesar Rp. 64.845.105.143,44 atau 113,63 persen dari target pada yang ditetapkan. Pendapatan asi daerah bersumber dari pendapatan pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengeloan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah. Realisasi dana perimbangan Ketapang tahun anggaran 2012 sebesar Rp.991.158.444.369,00. Atau mengalami pencapaian sebesar 105,37 persen dari target yang ditetapkan. Realisasi dana perimbangan bersumber dari dana bagi hasi pajak, dana bagi hasil bukan pajak, dana alokasi umum dan dana alokasi khusus. Realisasi lain-lain pendapatan yang sah Ketapang tahun anggaran 2012 sebesar Rp. 92.123.040.944,74 atau mengalami pencapaian sebesar 130,85 persen dari target yang ditetapkan. Adapun lain-lain pendapatan yang sah bersumber dari dana penyesuaian bagi hasi pajak provinsi dan pendapatan bagi hasi lainnya.@ 

sumber : http://www.humas.ketapang.go.id

Pelatihan Pengelolaan Teknologi Sampah



Sampah organik seperti daun-daun, sampah dapur, sampah restoran, sisa sayuran,  sisa buah diharapkan dapat dikelola menjadi kompos. Demikian juga sampah an organic, seperti sampah kering dapat dimanfaatkan menjadi suatu produk yang bisa dijual. Sampah an organik itu seperti kaleng, plastic, botol, bungkus supermi dan lain. Harapan tersebut disampaikan Bupati Ketapang diwakili Sekda Ketapang, Drs H.Andi Djamiruddin M.Si ketika membuka pelatihan pengembangan tehnologi pengelolaan persampahan Kabupaten Ketapang tahun 2013 di Gedung Pancasila.

Sekretaris daerah juga mengingatkan pentingnya pengelolaan bank sampah di lingkup RT/RW, atau kelurahan masing-masing dengan dukungan camat dan lurah atau kepala desa masing-masing. Dalam pengelolaan sampah sehingga lingkungan menjadi bersih, tentunya perlu dukungan kepala desa, sampai ke tingkat RT/RW. Ia juga berharap camat dapat mengimbau warganya, agar membuang sampah pada tempatnya, yang disediakan atau TPS-TPS yang ada. "Jangan membuang sampah disembarang tempat," kata Bupati Ketapang melalui Sekda Ketapang.
Dalam kesempatan itu dijelaskan bahwa dalam undang-undang nomor 18 tahun 2008,tentang pengelolaan sampah,dinyatakan secara tegas,bahwa pengelolaan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja. Tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama, antara pemerintah dan masyarakat. Hal ini dipertegas kembali PP nomor 18 tahun 2012,tentang pengelolaan sampah rumah tangga,dan sampah sejenis sampah rumah tangga.
Karena itu perlu ada upaya pengelolaan sampah berwawasan lingkungan pasca terbitnya PP nomor 81 tahun 2012, dan implementasinya bagi kabupaten/kota. Pentingnya pengelolaan sampah, maka Pemkab Ketapang melakukan pelatihan tujuannya untuk mengurangi timbunan sampah,mulai dari sumber sampah yaitu, rumah tangga sebagai salah satu penghasil sampah.
Diterangkan bahwa masalah pengelola sampah,dan kebersihan lingkungan,semestinya menjadi prioritas kebijakan pelayanan perkotaan yang sejajar dengan kebijakan lainnya. Tetapi pada kenyataannya,pelayanan kebersihan masih belum memperoleh perhatian dan porsi yang seimbang,dibandingkan dengan pelayanan lainnya. Penomena seperti  ini terjadi hampir terjadi disemua kota di seluruh Indonesia.
Selama ini, tambahanya, kalangan pemerintah, maupun masyarakat,masih memandang sampah sebagai barang sisa yang tidak berguna. Sampah dinilai bukan sebagai sumber daya potensial,yang perlu dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi.
Pengelolaan sampah saaat ini,masih bertumpuk pada pendekatan akhir,yaitu sampah dikumpulkan,diangkut dan dibuang, ke tempat pemerosesan akhir sampah dengan metode open dumping (lokasi terbuka). Padahal timbunan sampah dengan volume sampah yang besar dilokasi TPA berpotensi melepas gas metan dalam jumlah besar. Kenyataan ini dapat meningkatkan munculnya emisi gas rumah kaca yang memberikan kontribusai terhadap pemanasan global.
Diuraikan bahwa timbunan sampah melalui prosess alam, akan terurai,dan menjadi unsur pencemaran lingkungan yang sangat merusak lingkungan. Dalam jangka waktu yang lama akan semakin memerlukan upaya dan biaya penanganan yang sangat besar,agar tidak merusak lingkungan."Paradigma pengelolaan sampah,yang bertumpu pada pendekatan akhir,sudah saatnya ditinggalkan,dan diganti dengan paradigm baru pengelolaan sampah," terangnya.
Paradigm baru memandang sampah sebagai sumber daya yang mempunyai nilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan secara ekonomi dan lingkungan. Misalnya untuk energy, kompos, pupuk, atau bahan baku industry. Dilanjutkannya, bahwa meningkatnya timbunan sampah di kota-kota besar, telah jauh melebihi kapasitas pelayanan dan sarana penglolaan sampah yang ada. Akibatnya ssampah menumpuk di TPS,maupun di TPA. Sementara itu pada saat yang sama, keterbatasan lahan di kota-kota besar sebagai akibat tekanan pembangunan perumahan,dan fasilitas komersial lainnya semakin mempersulit,untuk mendapatkan lahan untuk membangun TPA. Mengingat kondisi tersebut, dan adanya potensi ekonomi yang tinggi dari sampah, maka dipandang perlu mulai dikelola secara sistimatis. Pengelolaan ini dimulai dari pembentukan kelompok pengelola sampah. Mulai dari tingkat rumah tangga, RT dan RW, kelurahan dan kecamatan. Nantinya dapat difasilitai oleh pemda. Sehingga pemanfaatan sampah dapat dimaksimalkan dengan mereduksinya di TPS agar sampah yang sampai di TPA dapat berkurang secara signifikan.@

Ketapang Expo 2013, Stan Manis Mata, dari Makanan hingga Batu Kecubung

Manis Mata, dari Makanan hingga Batu Kecubung

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Tak banyak yang mengetahui keberadaan kerupuk basah produksi Manis Mata, Ketapang. Selama ini makanan yang diolah dari ikan sungai tersebut identik dengan kekayaan pangan Kapuas Hulu.
Satu persatu jenis makanan diperlihatkan oleh penjaga stan Kecamatan Manis Mata yang digabung dengan Air Upas di Stan Ekspo Ketapang 2013. Mulai dari produk makanan olahan seperti kerupuk basah hingga sarang semut yang dipercaya adalah obatan herbal yang sangat banyak manfaatnya untuk tubuh.
Salmon, penjaga stan menuturkan Kecamatan Manis Mata banyak memamerkan baik hasil olahan makanan ataupun hasil alam seperti batu kecubung, sedangkan Air Upas dengan ragam hasil kerajinan tangan produksi masyarakat.
"Dari Manis Mata lihat sendiri ada banyak batu kecubung untuk cincin atau lainnya, ada makanan mulai dari ubi imbah, jamur sawit, atau sarang semut dari air upas, makannya direbus pakai air, untuk kesehatan," kata Salmon.sumber : http://pontianak.tribunnews.com/