KERATON KERAJAAN MATAN KETAPANG

Pusat Pemerintahan Kerajaan Matan Ketapang

RUMAH ADAT MELAYU KETAPANG

Salah Satu Pusat Kebudayaan Melayu Ketapang

HUTAN KOTA KETAPANG

Hutan Kota Merupakan Habitat Hewan dan Tumbuhan Asli Ketapang

BUNDARAN ALE-ALE KETAPANG

Bundaran Ale-ale adalah bundaran sekaligun icon Kota Ketapang

PANTAI TANJUNG BELANDANG

Salah satu Objek Wisata yang ada di Ketapang

Senin, 31 Desember 2012

Liputan Nur'adin Humas: JKR Dinilai Layak Dimekarkan

KOTA KETAPANG -- sebuah angin segar untuk membentuk Kabupaten baru mulai menyegarkan warga enam kecamatan (Kendawangan, Jelai Hulu, Marau, Singkup, Air Upas dan Manismata). Pasalnya, hasil kajian pemerintah daerah dengan melibatkan tim ahli, maka rencana Kabupaten Jelai Kendawangan Raya (JKR) dinilai layak untuk dimekarkan. 

Kelayakan pembentukan Kabupaten Jelai Kendawangan Raya terungkap dalam rapat finalisasi pembahasan kajian daerah pemekaran Kabupaten Jelai Kendawangan Raya (JKR). Dan calon peta wilayah Kabupaten Jelai Kendawangan Raya di ruang rapat kantor Bupati Ketapang, Jum'at (28/12) pagi. Rapat yang dipimpin Bupati Ketapang diwakili sekda Ketapang, Drs H.Andi Djamiruddin M.Si.Kajian kelayakan tersebut dinilai dari banyak aspek. Misalnya luas wilayah, jumlah penduduk, potensi PAD, infrastruktur pendukung, dan lain-lain. Paparan hasil Tim kajian daerah Kabupaten Ketapang dan konsultan disampaikan Prof. Edy Suratman dari CV. Prima Consultan. Hadir dalam rapat tersebut,DR.Jumadi yang diketahui juga akademisi dari Universitas Tanjungpura. 
"Pemekaran Kabupaten Jelai Kendawangan Raya dinilai layak dan dapat dilanjutkan," tegas Sekda Ketapang, Drs H.Andi Djamiruddin M.Si ketika memimpin rapat finalisasi pembahasan pemekaran JKR. 
Terhasil hasil kajian akademik terhadap kelayakan pemekaran daerah tersebut, mewakili Bupati Ketapang, maka Sekda Ketapang meminta instansi terkait dapat selalu berkoordinasi dengan tim pemekaran JKR. Dalam memberikan pelayanan kepada tim pemekaran JKR, maka diminta selalu mengacu kepada PP 78 tahun 2007. Rapat tersebut dihadiri asisten II Setda Ketapang, Kadis Pendidikan, Kadis Catatan Sipil dan Kependudukan, Kadis Pendapatan Daerah, Kabag Tapem dan para camat untuk wilayah pemekaran.@ sumber : http://www.humas.ketapang.go.id/berita_full.php?vN=1725

Rabu, 26 Desember 2012

Dua Tersangka Curanmor Ditembak


TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Anggota Polres Ketapang meringkus kawanan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) di Jl Ayani, Senin (24/12). Mereka adalah Al, Ag, dan Dn. Polisi terpaksa menembak kaki Al dan Ag.

"Operasi tadi malam. Keduanya ditembak di kaki karena melarikan diri. Satu Tersangka lainnya, DN tidak berupaya melarikan diri," kata Kapolres Ketapang, AKBP Ary Wahyu Widijananto melalui Kasatreskrim AKP Andi Oddang kepada Tribunpontianak.co.id, Selasaa (25/12/2012).

Namun, Kasat menegaskan Ag yang kakinya tertembus peluru berhasil melarikan diri setelah bersembunyi ke permukiman warga. Ketiganya merupakan target lama kepolisian. Mereka baru diringkus karena baru tercukupinya bukti yang mengarah kuat kepada ketiganya. 

"Dari hasil penyelidikan kasus curanmor di depan gereja di Jl M Thohir, 22 Desember lalu, mereka baru terbukti kuat terlibat. Jadi baru bisa diringkus," ujarnya.

Andi menceritakan, sempat terjadi kejar-kejaran saat meringkus para tersangka. Mulai dari Jl Sepakat hingga Jl Ayani, Ketapang Kota. Sebelumnya, anggota mendapat informasi keberadaan mereka di Jl Sepakat.

Saat diringkus, Dn mematuhi perintah anggota agar tidak melarikan diri. Namun, tidak bagi Ag dan Al, yang saat itu naik motor. Mereka melarikan diri. 

"Tak lama motor mereka jatuh di Jl Ayani. Tapi keduanya lari lagi. Anggota melepaskan tembakkan peringatan, tak mereka indahkan, baru dibidik di kakinya," tegas Kasat.

Dari tangan keduanya berhasil diamankan barang bukti satu unit Yamaha Jupiter Z dan Suzuki Satria F. "Satria F TKP-nya di Jl Imam Bojol. Kalau Jupiter Z di depan gereja di Jl M Thohir," ujarnya.

Menurut Kasat, hingga pemeriksaan terakhir, mereka beraksi di empat TKP. Masing-masing di Jl Imam Bonjol, Jl M Thohir, Tanjung Hulu Benua Kayong, dan Jl Gatot Subroto. Namun, bisa saja TKP lebih dari empat. Motor hasil curian mereka jual ke luar Ketapang. Jadi, baru dua motor yang diamankan. 

"Sudah ada beberapa nama penadah yang dikantongi. Lokasinya di Sandai dan Nanga Tayap.," katanya.

Untuk modus, Kasat mengungkapkan kawanan ini memutus sambung kabel motor. Kasat mengimbau, masyarakat yang melihat Ag dengan ciri luka tembak di betis kiri, segera melapor ke polisi agar bisa segera diringkus. (nop/Tribun Pontianak Cetak)

Penulis : novi saputra
Editor : Bowo

Selasa, 25 Desember 2012

Nelayan Dapat Rp 100 Juta Per Kelompok


Menyejahterakan Masyarakat Pesisir Pantai


Ketapang – Bupati Ketapang Henrikus memberikan bantuan dana Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP) perikanan tangkap sebesar Rp 100 juta per kelompok nelayan di Desa Sukabangun Dalam saat peresmian Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) belum lama ini.
Bantuan itu merupakan program pemerintah secara nasional dalam rangka menyejahterakan masyarakat pesisir serta program mengurangi kemiskinan dan pengangguran. Program tersebut sesuai pula dengan program kabupaten guna menyejahterakan masyarakat pesisir pantai.
“Selain dana PUMP juga dibantu alat tangkap, kapal, mesin, dan pakan ikan, serta perumahan nelayan,” kata H Nizarwan Ahmad, Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan kemarin.
Menurutnya uang bantuan dana PUMP tersebut langsung masuk ke rekening kelompok masing-masing. DKP dalam hal ini hanya memfasilitasi saja dan melakukan verifikasi kelompok-kelompok nelayan mana saja yang layak dapat bantuan tersebut.
Namun Nizarwan tidak memerinci berapa banyak kelompok nelayan yang menerima bantuan tersebut. “Ekonomi nelayan sejauh ini ada peningkatan, ada sekitar 60 unit motor air nelayan yang akan berlabuh di PPI ini,” ujarnya.
Nizarwan mengatakan pembangunan PPI ini nantinya akan terus dianggarkan setiap tahunya. Ia menilai seperti kapasitas pabrik yang perlu ditingkatkan lagi, tempat pengolahan ikan yang harus lebih respensif lagi. “Di lokasi PPI ini, Pemda masih banyak lahan-lahan yang kosong untuk dikembangkan,” ungkapnya.
Nizarwan menyatakan selama ini nelayan melakukan penangkapan dengan cara tradisional. Dengan adanya bantuan, diharapkan dapat digunakan untuk membeli mesin, perahu dan lainnya. Sehingga hasil tangkapan ikan akan maksimal. Ia berharap kelompok yang sudah menerima bantuan dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. (jay)