KERATON KERAJAAN MATAN KETAPANG

Pusat Pemerintahan Kerajaan Matan Ketapang

RUMAH ADAT MELAYU KETAPANG

Salah Satu Pusat Kebudayaan Melayu Ketapang

HUTAN KOTA KETAPANG

Hutan Kota Merupakan Habitat Hewan dan Tumbuhan Asli Ketapang

BUNDARAN ALE-ALE KETAPANG

Bundaran Ale-ale adalah bundaran sekaligun icon Kota Ketapang

PANTAI TANJUNG BELANDANG

Salah satu Objek Wisata yang ada di Ketapang

Kamis, 22 Agustus 2013

Minta Perbaiki Jalan di Sandai

KECAMATAN Sandai yang dilintasi Jalan Trans Kalimantan menjadikan pertumbuhan ekonomi di kecamatan ini sangat pesat. Akan tetapi, infrastruktur yang ada di kecamatan yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang, ironisnya begitu buruk. Hal ini dianggap tidak seimbang dengan pertumbuhan ekonomi yang saat ini sedang tumbuh.
Kabid Kesejahteraan Rakyat Barisan Indonesia (Barindo) Kabupaten Ketapang, Susilo Aheng, mengungkapkan bagaimana dalam beberapa tahun belakangan, Kecamatan Sandai mulai bergeliat, khususnya di sektor perekonomian. "Sejak ada Jalan Trans Kalimantan, kondisinya (perekonomiannya) mulai tumbuh pesat," katanya, kemarin (19/8) siang di Ketapang.
Aheng yang juga berprofesi sebagai pebisnis ini, mengaku salut atas perkebangan daerah ini. Menurutnya, jika dibandingkan dengan kondisi beberapa tahun lalu, Sandai saat ini jauh lebih baik. "Jauh lebih baik jika dibanding beberapa tahun lalu. Bangunan-bangunan ruko sudah banyak," tukasnya.
Dia juga menjelaskan, Sandai merupakan salah satu urat nadi perekonomian bagi beberapa daerah pedalaman dan sentral bisnis yang sangat menjanjikan di Ketapang. Akan tetapi, menurut Aheng, satu hal yang selama ini menjadi pekerjaan rumah buat pemerintah, yaitu infrastruktur jalan yang kurang diperhatikan. "Jangan heran kalau masyarakat Sandai menuntut otonomi daerah atau membentuk kabupaten baru yaitu Kabupaten Sandai. Karena masyarakat di sana menganggap pemerintah kurang peduli terhadap kondisi di sana," ungkap Aheng.
Dia mengingatkan kembali bahwa persoalan yang menjadi sorotan masyarakat di kawasan tersebut adalah infrastruktur, khususnya jalan. Jalan yang berada di tengan sentral bisnis yang setiap hari dilalui oleh ribuan masyarakat yang berbelanja kebutuhan pokok sehari-harinya, diungkapkan dia, saat ini begitu rusak kondisi. Menurut dia, begitu banyak terdapat lubang dan menjadi kubangan air di saat hujan turun. "Oleh karena itu, kami sangat berharap kepada perwakilan masyarakat yang duduk di kursi legislatif, untuk serius memperjuangkan infrastruktur, khususnya jalan yang menjadi kebutuhan masyarakat banyak ini," pintanya. (afi)sumber : http://www.rakyatkalbar.com

Polres Mediasi PT Limpah-Koperasi Pelang

Polres Mediasi PT Limpah-Koperasi Pelang
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Polres Ketapang memediasi PT Limpah Sejahtera dengan Koperasi Pelang Sejahtera, pascapenahanan kernel oleh masyarakat sebanyak 20 truk senilai Rp 600 juta, di aula Mapolres Ketapang, Jumat (23/8/2013).
Ketua Koperasi Pelang Sejahtera, Iskadi, menumpahkan unek-uneknya, baik menyangkut tidak adanya iktikad baik perusahaan terhadap uang tunggu sebesar Rp 7 miliar. Hingga janji perusahaan yang akan menggandeng koperasi untuk bekerja sama pengangkutan kernel.
"Kami coba tampung dulu, nanti kita upayakan untuk ditindaklanjuti," ujar Hartono, manajemen Pusat PT Limpah Sejahtera. sumber : http://pontianak.tribunnews.com

Rabu, 07 Agustus 2013

RSUD Agusdjam tetap siaga 24jam pada musim lebaran

RSUD Sudah Biasa Layani Pasien saat Lebaran
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Direktur RSUD Agusdjam Ketapang, drg Rihi menuturkan pada masa Lebaran, rumah sakit akan tetap memberikan pelayanan seperti biasa. Tak ada istilah penurunan kinerja.
"Sama seperti hari-hari biasa, karena kita akan memberlakukan sistem shift sesuai dengan kebutuhan Lebaran," katanya kepada Tribunpontianak.co.id, Selasa (6/8/2013).
Kata Rihi, agenda seperti ini bukanlah hal baru di dunia kesehatan, oleh karena itu ia juga mengharapkan seluruh tenaga kesehatan dapat memberikan pelayanan terbaiknya saat merawat pasien saat Lebaran.
"Kita ini kerja karena kemanusiaan, maka tinggalkan sementara keinginan-keinginan lainnya, memang wajar apabila ingin berkumpul bersama keluarga tapi kan sudah diatur di sistem shift dan juga siapa yang akan merawat pasien kalau dibiarkan begitu saja," katanya